Sains Populer
Ilmuwan Temukan Penyebab Tersembunyi Penyakit Jantung, Bukan Kolesterol atau Tekanan Darah
Selama bertahun-tahun, dunia medis telah berjuang keras melawan penyakit jantung. Dokter membantu pasien mengendalikan diabetes, menurunkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JANTUNG-Para-ilmuwan-University-of-Michigan-menemukan-protein-suPAR.jpg)
Peradangan jangka panjang inilah yang merusak dinding arteri dan membuatnya lebih mudah tersumbat oleh plak.
Menariknya, penelitian ini menjadi yang pertama membuktikan bahwa suPAR bukan sekadar penanda penyakit jantung, melainkan benar-benar menjadi penyebab langsung jika kadarnya berlebihan.
Untuk membuktikan temuan tersebut, para peneliti menganalisis data kesehatan lebih dari 5.000 orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan kadar suPAR tinggi lebih berisiko mengalami aterosklerosis, meskipun tekanan darah dan kolesterol mereka berada dalam batas normal.
Penelitian kemudian diperluas dengan menelaah data genetik dari 24.000 orang. Para ilmuwan menemukan bahwa gen bernama PLAUR berperan dalam mengontrol produksi suPAR.
Orang-orang yang memiliki varian tertentu dari gen ini cenderung memiliki kadar suPAR lebih tinggi, sekaligus risiko penyakit jantung yang lebih besar.
Untuk memperkuat bukti ilmiah, tim peneliti menggunakan metode Mendelian randomization dengan data dari 500.000 orang di Inggris.
Metode ini membantu membuktikan bahwa suPAR bukan hanya berkaitan dengan penyakit jantung, melainkan secara langsung menyebabkannya.
Tak berhenti di situ, pengujian juga dilakukan pada hewan percobaan. Tikus dengan kadar suPAR tinggi terbukti mengalami penyumbatan pembuluh darah yang lebih parah dibandingkan tikus dengan kadar normal.
Hasil ini menjadi bukti kuat bahwa suPAR benar-benar merusak arteri.
Temuan ini dinilai sangat penting karena pengobatan penyakit jantung saat ini tidak menargetkan suPAR.
Obat penurun kolesterol seperti statin tidak berpengaruh terhadap protein ini.
Oleh sebab itu, para ilmuwan kini mulai mengembangkan obat baru yang secara khusus dapat menurunkan kadar suPAR, terutama bagi pasien yang tetap berisiko mengalami serangan jantung meskipun telah menjalani pengobatan standar dan gaya hidup sehat.
Penelitian ini juga menemukan keterkaitan erat antara suPAR dan penyakit ginjal.
Banyak penderita penyakit ginjal diketahui juga mengalami penyakit jantung, dan protein ini diduga menjadi penghubung utama antara keduanya.