Senin, 16 Maret 2026

Banjir Sumatera

Banjir Bandang Sumatera Ungkap Rapuhnya Fungsi Hidrologi, Walhi: Bukan Hujan, Tapi Kerusakan Hutan

Rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang kembali menerjang berbagai wilayah di Sumatera memperlihatkan betapa rentannya sistem hidrolog

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Banjir Bandang Sumatera Ungkap Rapuhnya Fungsi Hidrologi, Walhi: Bukan Hujan, Tapi Kerusakan Hutan
Tribunnews.com
BNPB BANJIR KRITIK - Banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (25/11/2025). Ucapan Kepala BNPB yang menyebut banjir di Sumatera hanya terlihat mencekam di media sosial menuai kritik tajam. 

Bencana Disebut Bukan Alamiah, tetapi Ekologis

Walhi dan berbagai kelompok lingkungan menolak anggapan bahwa bencana ini merupakan “bencana alam murni”. Menurut mereka, hujan ekstrem hanyalah trigger, sementara akar masalahnya terletak pada kerusakan ekologis yang sangat masif, terutama pada kawasan Batang Toru.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, menampilkan bukti temuan lapangan berupa gelondongan kayu besar yang terseret banjir bandang.

Potongan-potongan kayu dengan bentuk yang rapi dinilai memperlihatkan adanya aktivitas penebangan liar atau pembukaan lahan sistematis di area hulu sungai, bukan sekadar pohon tumbang secara alami.

Walhi menyoroti keberadaan tujuh perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan perkebunan yang beroperasi di dalam maupun di sekitar kawasan hutan Batang Toru.

Aktivitas perusahaan tersebut diyakini turut memperlebar tekanan pada ekosistem yang sudah kritis.

 
Jika Anda ingin 5 judul ringan menarik, versi naratif panjang, atau versi investigatif, cukup beri tahu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved