Banjir Sumatera
Banjir Bandang Sumatera Ungkap Rapuhnya Fungsi Hidrologi, Walhi: Bukan Hujan, Tapi Kerusakan Hutan
Rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang kembali menerjang berbagai wilayah di Sumatera memperlihatkan betapa rentannya sistem hidrolog
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BNPB-BANJIR-KRITIK-Banjir-bandang-di-Batangtoru-Tapanuli-Selatan.jpg)
Bencana Disebut Bukan Alamiah, tetapi Ekologis
Walhi dan berbagai kelompok lingkungan menolak anggapan bahwa bencana ini merupakan “bencana alam murni”. Menurut mereka, hujan ekstrem hanyalah trigger, sementara akar masalahnya terletak pada kerusakan ekologis yang sangat masif, terutama pada kawasan Batang Toru.
Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, menampilkan bukti temuan lapangan berupa gelondongan kayu besar yang terseret banjir bandang.
Potongan-potongan kayu dengan bentuk yang rapi dinilai memperlihatkan adanya aktivitas penebangan liar atau pembukaan lahan sistematis di area hulu sungai, bukan sekadar pohon tumbang secara alami.
Walhi menyoroti keberadaan tujuh perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan perkebunan yang beroperasi di dalam maupun di sekitar kawasan hutan Batang Toru.
Aktivitas perusahaan tersebut diyakini turut memperlebar tekanan pada ekosistem yang sudah kritis.
Jika Anda ingin 5 judul ringan menarik, versi naratif panjang, atau versi investigatif, cukup beri tahu.
| Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing |
|
|---|
| Aceh, Sumut, dan Sumbar Ajukan Pembangunan Huntara, BNPB Lakukan Verifikasi Lokasi |
|
|---|
| Anggota DPR RI Sindiri terkait Donasi Rp 10 Miliar, Minta Komdigi Jangan Kalah Viral |
|
|---|
| Kemendagri Sebut Bupati Aceh Selatan Mirwan Tak Berizin Umrah di Tengah Bencana, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|