Berita Gorontalo
Lantai Dua Pasar Sentral Kota Gorontalo Mulai Hidup, Dipadati Pelaku Usaha Hobi dan Edukasi Satwa
Lantai dua Pasar Sentral Kota Gorontalo yang sebelumnya kosong dan kurang diminati kini mulai kembali difungsikan. Area tersebut
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENTRAL-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo-tampil-dengan-konsep.jpg)
“Bukan sistem jual, lebih ke edukasi,” jelas Romi.
Di lapak tersebut, pengunjung dapat melihat langsung berbagai satwa jinak serta mendapatkan edukasi mengenai cara penanganan dan perawatannya.
“Kami kasih edukasi soal satwa yang sudah jinak ini,” ungkapnya.
Beberapa satwa yang tersedia di antaranya ular piton, beberapa jenis ular lain, iguana, landak mini, tokek hias, sugar glider, tikus hias, dan berbagai jenis reptil lainnya.
Romi membuka lapaknya mulai pukul 16.00 Wita hingga larut malam, dan baru bergabung pada bulan lalu.
Aktivitas pengunjung di area ini cukup beragam, mulai dari mengecek hewan peliharaan, berbelanja perlengkapan, hingga sekadar berfoto bersama satwa jinak.
Sejumlah anak-anak tampak antusias mencoba arena balap tamiya dan melihat koleksi hewan.
Untuk sementara, lantai dua Pasar Sentral masih dalam tahap penataan oleh Pemerintah Kota Gorontalo melalui pengelola pasar.
Beberapa blok masih kosong dan menunggu pelaku usaha lain untuk bergabung.
Harapannya, keberadaan pasar hobi ini dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat serta menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di lantai dua Pasar Sentral Kota Gorontalo yang selama ini dikenal sepi. (*)
| Malam ke-20 Ramadan, Tiga Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Gorontalo, Ada yang Sedang nge-Miras |
|
|---|
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|