Berita Gorontalo
Lantai Dua Pasar Sentral Kota Gorontalo Mulai Hidup, Dipadati Pelaku Usaha Hobi dan Edukasi Satwa
Lantai dua Pasar Sentral Kota Gorontalo yang sebelumnya kosong dan kurang diminati kini mulai kembali difungsikan. Area tersebut
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENTRAL-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo-tampil-dengan-konsep.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Lantai dua Pasar Sentral Kota Gorontalo yang sebelumnya kosong dan kurang diminati kini mulai kembali difungsikan.
Area tersebut telah diisi berbagai pelaku usaha yang mengusung konsep hobi dan edukasi, sehingga menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
Pantauan di lokasi, deretan lapak kini mulai ramai ditempati, mulai dari penjual ikan cupang, kucing hias, tamiya mini 4WD lengkap dengan arena balapnya, satwa edukasi, ayam ketawa, layang-layang, tanaman hias seperti bonsai, dan berbagai koleksi hobi lainnya.
Salah satu pelaku usaha, Rizki Jogo, pemilik lapak ikan cupang Pojok Aquatic Gobets Family, mengaku sudah sebulan menetap di area tersebut.
Baca juga: Ramai Tren Microdose Ozempic, Ilmuwan Klaim Bisa Buat Tubuh Tampak Lebih Muda
Ia menjelaskan bahwa lapaknya menyediakan berbagai jenis ikan cupang beserta perlengkapannya.
“Kalau di lapak saya khusus ikan cupang dan perlengkapannya,” ujar Rizki saat ditemui Sabtu (22/11/2025).
Ia mengatakan harga ikan cupang yang dijual bervariasi tergantung jenis serta warnanya, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per ekor.
Selain ikan, ia juga menyediakan aksesori pendukung seperti serokan ikan seharga Rp30 ribu dan alat pengambil pakan Rp40 ribu.
“Macam-macam jenis dan warna, jadi beda harga. Perlengkapan itu beda-beda harga tapi tetap terjangkau,” tambahnya.
Rizki juga menyampaikan bahwa sejak mulai berjualan pada Oktober 2025, dirinya dan pelaku usaha lain masih memperoleh kebijakan bebas retribusi dari pemerintah hingga Desember 2025.
“Dari pemerintah digratiskan dulu sampai Desember 2025,” ucapnya.
Lapak Rizki buka mulai siang hingga pukul 23.00 Wita. Ia mengakui bahwa jumlah pengunjung semakin meningkat sejak area tersebut mulai beroperasi kembali.
“Pengunjung mulai ada peningkatan, sudah banyak yang naik ke atas,” katanya.
Selain lapak ikan cupang, salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah lapak Forum Edukasi Satwa Gorontalo (FORES).
Baca juga: Meninggal Dunia! Karimu Dikebumikan di Samping Kubur sang Ayah, Keluarga Iringi dengan Duka
Pelaku usahanya, Romi, menegaskan bahwa konsep yang diusung bukan sekadar jual beli satwa, melainkan edukasi untuk memberikan pengetahuan mengenai perawatan hewan jinak.
“Bukan sistem jual, lebih ke edukasi,” jelas Romi.
Di lapak tersebut, pengunjung dapat melihat langsung berbagai satwa jinak serta mendapatkan edukasi mengenai cara penanganan dan perawatannya.
“Kami kasih edukasi soal satwa yang sudah jinak ini,” ungkapnya.
Beberapa satwa yang tersedia di antaranya ular piton, beberapa jenis ular lain, iguana, landak mini, tokek hias, sugar glider, tikus hias, dan berbagai jenis reptil lainnya.
Romi membuka lapaknya mulai pukul 16.00 Wita hingga larut malam, dan baru bergabung pada bulan lalu.
Aktivitas pengunjung di area ini cukup beragam, mulai dari mengecek hewan peliharaan, berbelanja perlengkapan, hingga sekadar berfoto bersama satwa jinak.
Sejumlah anak-anak tampak antusias mencoba arena balap tamiya dan melihat koleksi hewan.
Untuk sementara, lantai dua Pasar Sentral masih dalam tahap penataan oleh Pemerintah Kota Gorontalo melalui pengelola pasar.
Beberapa blok masih kosong dan menunggu pelaku usaha lain untuk bergabung.
Harapannya, keberadaan pasar hobi ini dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat serta menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di lantai dua Pasar Sentral Kota Gorontalo yang selama ini dikenal sepi. (*)
| Malam ke-20 Ramadan, Tiga Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Gorontalo, Ada yang Sedang nge-Miras |
|
|---|
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.