Berita Internasional
Putin Peringatkan AS Soal Rudal Tomahawk ke Ukraina, Sebut Bisa Picu Eskalasi Baru
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-10-09_Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg)
Ancaman Balasan terhadap “Pembajakan” Minyak Rusia
Putin juga mengirim peringatan kepada sekutu Barat Ukraina agar tidak mencoba menyita kapal pengangkut minyak Rusia.
Ia menyebut tindakan itu sebagai pembajakan yang bisa memicu respons militer.
“Ini adalah pembajakan, dan bagaimana cara menghadapi bajak laut? Anda hancurkan mereka,” katanya keras.
Pernyataan itu muncul setelah sebuah kapal tanker ditahan di lepas pantai Prancis, yang oleh Presiden Emmanuel Macron dikaitkan dengan “shadow fleet” Rusia.
Putin menyindir Macron dengan menyamakannya dengan Napoleon dan menuding aksi itu sekadar pengalihan isu dari masalah domestik Prancis.
Ejek Klaim Drone dan “Tembok Drone” Eropa
Putin juga menepis tuduhan Barat mengenai serangkaian pelanggaran wilayah udara NATO oleh Rusia, termasuk serbuan drone ke Polandia, Estonia, Denmark, dan Jerman.
Ia menilai tuduhan itu hanya upaya NATO untuk memicu ketegangan agar anggaran pertahanan Eropa meningkat.
“Kami mengamati dengan hati-hati militerisasi Eropa. Apakah semua ini hanya kata-kata atau waktunya kami mengambil langkah balasan? Jangan ragu, balasan Rusia tidak akan butuh waktu lama,” ujarnya.
Eropa sendiri telah sepakat membangun “tembok drone” di perbatasannya untuk mendeteksi dan mencegat pesawat tak berawak.
Reaksi soal Pembunuhan Charlie Kirk
Dalam sesi tanya jawab, Putin juga ditanya mengenai pembunuhan aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk. Ia menyebut peristiwa itu sebagai “kejahatan keji” yang mencerminkan perpecahan mendalam di AS.
Putin menyebut Kirk sebagai pahlawan yang gugur demi memperjuangkan nilai konservatif yang sejalan dengan Rusia.
Ia juga memuji Michael Gloss, putra seorang pejabat CIA yang tewas di Ukraina setelah bergabung dengan militer Rusia.
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|