Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan : Kekuatan Imajinasi Spiritual
Menag Nasaruddin Umar mengulas hikmah puasa sebagai latihan ketajaman nurani dan kekuatan imajinasi spiritual menembus batas alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Agama-RI-Nasaruddin-Umar-990888888.jpg)
Oleh Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu hikmah puasa ialah melatih ketajaman nurani atau biasa diistilahkan dengan kekuatan imajinasi (al-quwwah al-khayaliyyah/the power of spiritual imagination).
Kekuatan imajinasi ialah kemampuan seseorang untuk melakukan kontemplasi sehingga mampu menembus dan melampaui batas alam syahadah.
Ia sudah memiliki kemampuan untuk mengakses alam antara (alam barzakh), yaitu suatu alam yang berada antara alam syahadah mutlak dan alam gaib mutlak.
Baca juga: Hikmah Ramadan : Belajar dari Sifat-sifat Tuhan
Alam antara ini diperkenalkan dengan istilah al-‘alam hayal menurut Imam Al-Gazali atau al-‘alam al-mitsal menurut Ibnu ‘Arabi, yang diterjemahkan sebagai imaginal world oleh Willian C. Chittick dalam bukunya Imaginal Worlds, sebuah buku yang sangat advance bagi orang yang ingin mendalami dunia spiritual.
Kekuatan imajinasi cerdas ini mampu membantu seseorang untuk mengakses alam mitsal. Jika seseorang memiliki kemampuan ini, maka ia sudah mampu berada pada tahap mukasyafah, yaitu penyingkapan hijab yang berlapis-lapis di dalam dirinya.
Syarat utama bagi orang yang akan mengakses tahap (maqam) ini ialah, pertama, ia harus mampu menaklukkan dirinya sendiri dalam arti menjinakkan hawa nafsu dan pikirannya, yang biasa diistilahkan dengan ketersingkapan hijab (mukasyafah).
Baca juga: Hikmah Ramadan : Sahabat Spiritual atau Shuhbah
Tahap berikutnya, ia harus mampu mendalami dengan telaten lembaran-lembaran kompleksitas dirinya sendiri yang maha luas dan maha dalam.
Rasulullah pernah bersabda: “Barangsiapa yang mampu memahami dirinya sendiri maka ia akan mampu memahami Tuhannya”.
Ungkapan Nabi ini amat sangat dalam. Ilmu pengetahuan yang maha rumit, jauh lebih rumit dari pengetahuan yang lain, ialah Tuhan, tetapi referensi utama untuk memahaminya ternyata ada di dalam diri kita sendiri.
Kekuatan imajinasi bisa menembus lebih jauh dari alam barzakh (secara literal berarti antara).
Ia bisa menembus alam-alam yang lebih tinggi berikutnya, seperti alam malakut (alamnya para malaikat), alam jabarut (alam roh), dan bahkan bisa melakukan mi’raj sampai ke puncak.
Rasulullah pernah mengisyaratkan hal ini dengan mengatakan: Al-Shalat mi’raj al-mu’minin (Shalat adalah mi’raj orang-orang mukmin).
Baca juga: Hikmah Ramadan : Penanganan Ujaran Kebencian Atau Hate Speech
Mari kita terus berlatih ke dalam bentuk mujahadah dan riyadhah.
Di dalam perspektif tasawuf, seolah tidak dikenal alam gaib dalam arti alam yang di luar kemampuan kognitif manusia untuk memahaminya atau alam yang tak teridentifikasi (unidentifying worlds).