Berita Internasional

Putin Peringatkan AS Soal Rudal Tomahawk ke Ukraina, Sebut Bisa Picu Eskalasi Baru

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.

Editor: Wawan Akuba
DOC--
Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan sehari setelah ia berusia 72 tahun. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.

Ia menegaskan bahwa langkah itu akan merusak hubungan Moskow–Washington, meski tidak akan mengubah situasi di medan tempur.

Berbicara dalam forum kebijakan luar negeri internasional di Sochi, Laut Hitam, Kamis (2/10/2025), Putin menyebut potensi pasokan rudal jelajah Tomahawk dari AS ke Kyiv sebagai tanda dimulainya “tahap eskalasi baru yang berkualitas, termasuk dalam hubungan Rusia–AS.”

“Meski rudal itu akan menimbulkan kerusakan bagi Rusia, pertahanan udara kami akan segera beradaptasi dengan ancaman baru. Itu tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang,” kata Putin.

Ia menekankan bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju dengan perlahan namun pasti.

Sindir Trump soal “Macan Kertas”

Menanggapi komentar mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Rusia sebagai “macan kertas” karena belum mampu menaklukkan Ukraina setelah lebih dari tiga tahun perang, Putin balik menyerang.

“Kami berperang melawan seluruh blok NATO yang mendukung Kyiv, tapi kami terus maju, merasa percaya diri. Jika kami macan kertas, lalu NATO itu apa? Macan kertas juga? Silakan saja berurusan dengan macan kertas ini,” ujarnya dengan nada menantang.

Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar atas pernyataan Putin tersebut.

Puji Trump di Alaska, Tegaskan Perpanjangan Perjanjian Nuklir

Meski keras terhadap AS, Putin juga memberi pujian kepada Donald Trump yang disebutnya berusaha mencari jalan damai di Ukraina. Ia menyebut KTT di Alaska pada Agustus lalu sebagai pertemuan “produktif.”

“Bagus bahwa ada upaya untuk mencari jalan keluar dari krisis Ukraina. Saya merasa nyaman berdiskusi dengan Trump,” ujarnya.

Putin pun kembali menawarkan perpanjangan Perjanjian New START, satu-satunya pakta pengendalian senjata nuklir yang tersisa antara Moskow dan Washington.

Perjanjian itu akan berakhir Februari mendatang, dan Rusia menawarkan perpanjangan setahun lagi.

“Kalau mereka (AS) tidak butuh, kami juga tidak butuh. Kami percaya diri dengan perisai nuklir kami,” tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:21
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:17

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved