Larangan Parkir Depan Mal
Pemkot Gorontalo Raup Rp200 Juta hanya dari Parkir, Rata-rata Rp 23 Juta per Bulan
Pendapatan dari sektor retribusi parkir di Kota Gorontalo melonjak tajam sepanjang tahun 2025. Hingga 16 September, Dinas Perhubungan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PARKIRAN-Sejumlah-kendaraan-parkir-di-Jl-Nani-Wartabone-eks-Jl-Panjaitan-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pendapatan dari sektor retribusi parkir di Kota Gorontalo melonjak tajam sepanjang tahun 2025.
Hingga 16 September, Dinas Perhubungan mencatat realisasi pendapatan parkir telah menembus angka Rp200 juta, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp88 juta.
Jika dirata-ratakan, Pemkot Gorontalo kini mengantongi sekitar Rp23 juta per bulan hanya dari parkir tepi jalan.
“Kalau paling tinggi itu di kawasan perdagangan, karena orang yang parkir itu selalu bergantian. Kalau Jalan Panjaitan itu selalu stay apalagi di tempat kopi pasti mereka lama,” ujar Kepala Bidang Dishub Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, Rabu (17/9/2025).
Rahmanto menjelaskan bahwa titik-titik parkir di kawasan perdagangan harian dan pasar mingguan menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.
Beberapa titik di antaranya pasar harian, mulai dari Pasar Senin di Kelurahan Moodu hingga Pasar Rabu dan Sabtu di Andalas, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Gorontalo.
Selain itu, ruas-ruas padat seperti Jalan S. Parman, Jenderal Suprapto, Sutoyo, MT Haryono, 23 Januari, Imam Bonjol, dan Pasar Sentral juga menyumbang setoran tinggi.
Kawasan Kalimadu dan Jalan Panjaitan disebut sebagai titik dengan durasi parkir paling lama.
Untuk memaksimalkan potensi PAD, Dishub Kota Gorontalo tengah menyiapkan kebijakan parkir berlangganan.
Skema ini memungkinkan warga membayar iuran tahunan untuk mendapatkan layanan parkir gratis di seluruh tepi jalan kota.
“Mereka akan mendapatkan kartu berlangganan dan stiker khusus yang ditempel di kendaraan,” jelas Rahmanto.
Stiker tersebut akan dilengkapi barcode sebagai alat kontrol bagi juru parkir di lapangan.
Meski konsep sudah siap, regulasi teknis masih dalam pembahasan di bagian hukum.
Sinyal Positif, Tapi Tantangan Transparansi Masih Ada
Lonjakan pendapatan parkir menjadi sinyal positif bagi penguatan PAD Kota Gorontalo.
Namun, Dishub menyadari bahwa tantangan di lapangan masih ada, mulai dari ketertiban juru parkir hingga kepastian setoran yang transparan.
“InsyaAllah secepatnya kita akan terapkan,” tandas Rahmanto.
(*)
| Parkir Liar Citimall Gorontalo Dilarang, Pengamat: Bagus, Tapi Jangan Abaikan Nasib Para Jukir |
|
|---|
| Pakar Tata Kota Soroti Kebijakan Larangan Parkir di Depan Citimall Gorontalo |
|
|---|
| Warga Gorontalo Dukung Larangan Parkir Depan Mal, Pemkot Diminta Perhatikan Nasib Juru Parkir |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pemerintah Resmi Melarang Parkiran Depan Citimall Gorontalo |
|
|---|
| Pendapatan Parkir Kota Gorontalo Diduga Bocor, Disorot Adhan Dambea hingga Satpol PP Turun Tangan |
|
|---|