Banjir Bandang Bali
Banjir Bandang Bali Mematikan! 9 Orang Tewas, Ratusan Jiwa Terdampak, 6 Daerah Lumpuh
Sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang lainnya masih dalam pencarian, dan 620 jiwa terdampak langsung akibatr bencana ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-Bali-xvsv-sdg.jpg)
Dalam rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di Bali, BNPB menyatakan fokus utama yakni pencarian dan pertolongan korban terdampak.
Baca juga: PPPK Paruh Waktu vs Penuh Waktu, Lebih Enak Mana? Ini Perbedaan Gaji, Jam Kerja, dan Fasilitasnya
Peninjauan ke titik banjir dan pemenuhan kebutuhan warga yang mengungsi masih dilakukan.
Status darurat bencana banjir telah dikeluarkan dan ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Jadi Pak Gubernur ini malam ini sudah keluar, sudah tanda tangan. Tadi diskusi semula tanggap darurat bencana itu akan ditetapkan 2 minggu tetapi karena sifat bencananya ternyata tidak terlalu besar maka akan diralat menjadi cukup 1 minggu."
"Sehingga nanti langsung kita melakukan langkah-langkah untuk perbaikan, rehabilitasi, rekonstruksi pasca bencana,” paparnya, dikutip dari TribunBali.com.
Pihaknya memastikan debir air sudah mulai menurun.
Berdasarkan laporan BMKG, gelombang moresbi kelvin yang mengakibatkan hujan intensitas tinggi sudah bergeser ke barat.
“Jadi ya memang yang harus kita intervensi sekarang adalah justru Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Daerah di 3 Provinsi itu untuk segera siap siaga, melaksanakan operasi mitigasi cuaca,” bebernya.
Kata BMKG
Kepala Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menerangkan selama dua hari intensitas hujan di Bali tinggi disertai angin kencang.
“Kondisi cuaca di wilayah Bali (Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung dan Karangasem) menunjukkan akumulasi curah hujan harian berada dalam kategori lebat (>50 mm/hari) hingga kategori ekstrem (> 150 mm/hari),” bebernya.
Menurutnya, kondisi seperti ini diakibatkan aktifnya gelombang ekuatorial rosby, yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif.
Gelombang ekuatorial Rosby adalah jenis gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sepanjang ekuator dan berperan penting dalam dinamika cuaca tropis.
Selain itu, kondisi kelembaban udara dalam kategori lembap hingga lapisan 200 mb (12.000 meter).
“Kondisi ini mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan yang tinggi, sehingga menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir,” tandasnya.
Baca juga: Pengumuman PPPK Paruh Waktu 2025 Sudah Keluar, Ini Aturan dan Durasi Masa Kerjanya! Cek Sekarang
Hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di wilayah Bali selama tiga hari ke depan.
Sebagian Artikel ini Telah Tayang di Tribunnews.com
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com