Jumat, 20 Maret 2026

Banjir Bandang Bali

Banjir Bandang Bali Mematikan! 9 Orang Tewas, Ratusan Jiwa Terdampak, 6 Daerah Lumpuh

Sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang lainnya masih dalam pencarian, dan 620 jiwa terdampak langsung akibatr bencana ini.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Banjir Bandang Bali Mematikan! 9 Orang Tewas, Ratusan Jiwa Terdampak, 6 Daerah Lumpuh
Tribun Bali/Zaenal
BANJIR BANDANG BALI -- Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Bali sejak Selasa malam (9/9/2025), memicu genangan besar, longsor, dan kerusakan infrastruktur di enam kabupaten/kota. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Banjir bandang dahsyat yang melanda Pulau Bali pada Rabu malam (10/9/2025) pukul 18.45 WIB telah menorehkan duka mendalaam.

Sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang lainnya masih dalam pencarian, dan 620 jiwa terdampak langsung akibatr bencana ini.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Bali sejak Selasa malam (9/9/2025), memicu genangan besar, longsor, dan kerusakan infrastruktur di enam kabupaten/kota.

“Sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua orang hilang, dan sebanyak 202 Kepala Keluarga atau 620 jiwa terdampak,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/9/2025) malam.

Di balik angka itu, tersimpan kisah nyata dari warga biasa yang meregang nyawa dalam situasi luar biasa.

Salah satu korban adalah Komang Oka Sudiastawa (34), pedagang keliling asal Jembrana yang baru seminggu pindah ke Denpasar.

Ia tewas setelah mobil yang ditumpanginya terseret arus banjir di Jalan Utama Pasar Pengosari, Kuta Utara.

“Baru seminggu dia mulai jualan di sini. Katanya ingin mulai hidup baru,” ujar salah satu warga pasar, Denpasar, Rabu (10/9/2025).

Korban lain, Ni Made Latif (70), ditemukan meninggal di Gianyar setelah berusaha menyelamatkan dua anak tetangganya yang terjebak di rumah saat air naik.

Menurut laporan warga, Latif sempat membawa anak-anak itu ke lantai atas, namun ia sendiri tak sempat keluar saat tembok rumah roboh.

Baca juga: Kemensos Buka Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat Tahap III, Siap Rekrut ASN Baru, 91 Formasi 2025

Baca juga: Dapat Gaji dan Tunjangan Hingga Rp12 Juta, Ini Cara Daftar Guru Sekolah Rakyat

Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status tanggap darurat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku melakukan pencarian korban dan evakuasi warga terdampak di sejumlah titik banjir dan longsor.

Kornologi dan Sebaran Banjir 

Hujan ekstrem sejak Selasa malam (9/9/2025) memicu banjir bandang di enam kabupaten/kota di Bali.

BMKG Wilayah III Denpasar mencatat curah hujan harian mencapai lebih dari 150 mm, masuk kategori ekstrem. Fenomena ini dipicu oleh gelombang atmosfer ekuatorial rosby dan kelembaban udara tinggi hingga lapisan 12.000 meter.

Banjir mulai meluas pada Rabu dini hari, merendam permukiman, merobohkan bangunan, dan memutus akses jalan.

BNPB mencatat 123 titik genangan, 18 titik longsor, dan 16 bangunan roboh. Pasokan listrik juga terganggu di sejumlah desa terdampak.

Sebaran wilayah terdampak banjir meliputi:

  • Kota Denpasar: Denpasar Timur, Utara, Selatan, dan Barat
  • Kabupaten Badung: Kecamatan Kuta dan sekitarnya
  • Kabupaten Gianyar: Kecamatan Sukawati
  • Kabupaten Jembrana: Desa Samblong, Kelurahan Sangkar Agung
  • Kabupaten Tabanan: Kecamatan Kediri
  • Kabupaten Klungkung: Kecamatan Dawan

Di tengah upaya pemulihan, kisah-kisah seperti Komang dan Latif menjadi pengingat bahwa bencana bukan sekadar data, tapi tentang manusia tentang harapan yang terputus dan keberanian yang tak sempat tercatat.

Pemerintah daerah dan pusat terus mengoordinasikan bantuan, sementara warga terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air di beberapa titik.

Provinsi Bali terdiri dari delapan kabupaten dan satu kota, yaitu Kota Denpasar sebagai ibu kota.

Kabupaten-kabupaten di Provinsi Bali meliputi, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sembilan korban meninggal tercatat hingga Rabu (10/9/2025) pukul 19.45 WITA.

Selain itu masih ada enam orang yang dinyatakan hilang dan proses pencarian masih berjalan.

Berikut identitas korban meninggal berdasarkan wilayahnya:

Kota Denpasar:

  • Nadira (48), perempuan
  • Ni Wayan Lenyod, perempuan
  • Rio Saputra (20), laki-laki
  • Mrs. X, perempuan (belum teridentifikasi)
  • Endang Cahyaning Ayu (42), perempuan

Kabupaten Gianyar:

Ni Made Latif (70), perempuan
Ni Made Rupet (87), perempuan

Kabupaten Jembrana:

  • Komang Oka Sudiastawa (34), laki-laki
  • Nita Ulam (23), perempuan

Identitas korban hilang:

  • Made Suwitri (43), perempuan
  • Tasnim (54), perempuan
  • Maimunah, perempuan
  • Ni Ketut Merta, perempuan
  • Ni Nyoman Rai, perempuan
  • Farwa Husein (32), laki-laki

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, menerangkan sebagian warga harus mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam banjir.  

Di Kabupaten Jembrana tercatat 85 jiwa mengungsi, di Kota Denpasar terdapat 108 jiwa mengungsi.

Dalam rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di Bali, BNPB menyatakan fokus utama yakni pencarian dan pertolongan korban terdampak.

Baca juga: PPPK Paruh Waktu vs Penuh Waktu, Lebih Enak Mana? Ini Perbedaan Gaji, Jam Kerja, dan Fasilitasnya

Peninjauan ke titik banjir dan pemenuhan kebutuhan warga yang mengungsi masih dilakukan.

Status darurat bencana banjir telah dikeluarkan dan ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Jadi Pak Gubernur ini malam ini sudah keluar, sudah tanda tangan. Tadi diskusi semula tanggap darurat bencana itu akan ditetapkan 2 minggu tetapi karena sifat bencananya ternyata tidak terlalu besar maka akan diralat menjadi cukup 1 minggu."

"Sehingga nanti langsung kita melakukan langkah-langkah untuk perbaikan, rehabilitasi, rekonstruksi pasca bencana,” paparnya, dikutip dari TribunBali.com.

Pihaknya memastikan debir air sudah mulai menurun.

Berdasarkan laporan BMKG, gelombang moresbi kelvin yang mengakibatkan hujan intensitas tinggi sudah bergeser ke barat.

“Jadi ya memang yang harus kita intervensi sekarang adalah justru Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Daerah di 3 Provinsi itu untuk segera siap siaga, melaksanakan operasi mitigasi cuaca,” bebernya.

Kata BMKG

Kepala Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menerangkan selama dua hari intensitas hujan di Bali tinggi disertai angin kencang.

“Kondisi cuaca di wilayah Bali (Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung dan Karangasem) menunjukkan akumulasi curah hujan harian berada dalam kategori lebat (>50 mm/hari) hingga kategori ekstrem (> 150 mm/hari),” bebernya.

Menurutnya, kondisi seperti ini diakibatkan aktifnya gelombang ekuatorial rosby, yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif.

Gelombang ekuatorial Rosby adalah jenis gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sepanjang ekuator dan berperan penting dalam dinamika cuaca tropis.

Selain itu, kondisi kelembaban udara dalam kategori lembap hingga lapisan 200 mb (12.000 meter). 

“Kondisi ini mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan yang tinggi, sehingga menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir,” tandasnya.

Baca juga: Pengumuman PPPK Paruh Waktu 2025 Sudah Keluar, Ini Aturan dan Durasi Masa Kerjanya! Cek Sekarang

Hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di wilayah Bali selama tiga hari ke depan.

 

Sebagian Artikel ini Telah Tayang di Tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 14:59
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved