Banjir Bandang Bali
Banjir Bandang Bali Mematikan! 9 Orang Tewas, Ratusan Jiwa Terdampak, 6 Daerah Lumpuh
Sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang lainnya masih dalam pencarian, dan 620 jiwa terdampak langsung akibatr bencana ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-Bali-xvsv-sdg.jpg)
Sebaran wilayah terdampak banjir meliputi:
- Kota Denpasar: Denpasar Timur, Utara, Selatan, dan Barat
- Kabupaten Badung: Kecamatan Kuta dan sekitarnya
- Kabupaten Gianyar: Kecamatan Sukawati
- Kabupaten Jembrana: Desa Samblong, Kelurahan Sangkar Agung
- Kabupaten Tabanan: Kecamatan Kediri
- Kabupaten Klungkung: Kecamatan Dawan
Di tengah upaya pemulihan, kisah-kisah seperti Komang dan Latif menjadi pengingat bahwa bencana bukan sekadar data, tapi tentang manusia tentang harapan yang terputus dan keberanian yang tak sempat tercatat.
Pemerintah daerah dan pusat terus mengoordinasikan bantuan, sementara warga terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air di beberapa titik.
Provinsi Bali terdiri dari delapan kabupaten dan satu kota, yaitu Kota Denpasar sebagai ibu kota.
Kabupaten-kabupaten di Provinsi Bali meliputi, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sembilan korban meninggal tercatat hingga Rabu (10/9/2025) pukul 19.45 WITA.
Selain itu masih ada enam orang yang dinyatakan hilang dan proses pencarian masih berjalan.
Berikut identitas korban meninggal berdasarkan wilayahnya:
Kota Denpasar:
- Nadira (48), perempuan
- Ni Wayan Lenyod, perempuan
- Rio Saputra (20), laki-laki
- Mrs. X, perempuan (belum teridentifikasi)
- Endang Cahyaning Ayu (42), perempuan
Kabupaten Gianyar:
Ni Made Latif (70), perempuan
Ni Made Rupet (87), perempuan
Kabupaten Jembrana:
- Komang Oka Sudiastawa (34), laki-laki
- Nita Ulam (23), perempuan
Identitas korban hilang:
- Made Suwitri (43), perempuan
- Tasnim (54), perempuan
- Maimunah, perempuan
- Ni Ketut Merta, perempuan
- Ni Nyoman Rai, perempuan
- Farwa Husein (32), laki-laki
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, menerangkan sebagian warga harus mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam banjir.
Di Kabupaten Jembrana tercatat 85 jiwa mengungsi, di Kota Denpasar terdapat 108 jiwa mengungsi.