Dapur MBG Ditutup
Terkuak Penyebab 2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua dapur SPPG
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Potret-SPPG-Limba-U-Satu-Kota-Selatan-Kota-Gorontalo-Senin-1632026.jpg)
Sejumlah pelanggaran yang ditemukan tergolong serius, mulai dari kebersihan dapur yang tidak terjaga, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga kandungan nutrisi yang tidak sesuai dengan ketentuan program MBG.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan penerima manfaat, khususnya siswa yang menjadi sasaran utama program.
Meski melakukan penindakan, BGN menegaskan tetap mengedepankan pembinaan.
Edukasi dan pendampingan terus diberikan kepada yayasan maupun mitra pengelola dapur agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
BGN juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG dengan melaporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas program di tengah pesatnya perkembangan jumlah SPPG di Gorontalo.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 78 unit dan ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 100 setelah Ramadan.
Secara keseluruhan, daerah ini ditargetkan memiliki 170 SPPG yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota.
Dengan bertambahnya jumlah dapur MBG, pengawasan ketat menjadi krusial agar program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya siswa, benar-benar berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal. (*)