Kamis, 19 Maret 2026

Ramadan 2026

Meriah! Tradisi Koko’o Malam Terakhir Ramadan Ramaikan Kota Gorontalo

Tradisi Koko’o atau ketuk sahur pada malam terakhir Ramadan, Kamis (19/3/2026), berlangsung meriah dan diikuti ribuan warga di Kota Gorontalo.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Meriah! Tradisi Koko’o Malam Terakhir Ramadan Ramaikan Kota Gorontalo
TribunGorontalo.com/Yunima Hasan
KOKO'O -- Antusias warga terlihat padati sepanjang jalan menuju Kelurahan Talumolo Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo di koko'o terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, Kmis (19/3/2026). Baik panitia maupun penonton Koko'o ini lebih didominasi anak muda. (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG) 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Koko’o atau ketuk sahur di malam terakhir Ramadan di Kota Gorontalo berlangsung meriah dengan ribuan warga ikut serta.
  • Peserta menggunakan musik tradisional dan modern, serta lampu panggung yang terang, menciptakan suasana festival di jalan.
  • Koko’o bukan hanya membangunkan sahur, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa cinta budaya, khususnya bagi generasi muda.

 

Reporter: Yunima Hasan, Magang UNG

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tradisi Koko’o atau ketuk sahur pada malam terakhir Ramadan, Kamis (19/3/2026), berlangsung meriah dan diikuti ribuan warga di Kota Gorontalo.

Kegiatan unik ini dimulai pukul 01.00 Wita hingga 03.45 Wita, berangkat dari Bundaran Saronde, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, dan berakhir di Talumolo.

Sejak dini hari, Bundaran Saronde sudah dipenuhi warga, terutama anak muda, yang berjalan bersama membentuk barisan panjang menuju Talumolo.

Lampu jalan, lampu kendaraan, dan lampu panggung menambah semarak suasana malam, membuat rute Koko’o terlihat terang benderang bak festival di jalan.

KOKO'O -- Pendatang Asal kendari Budi Kadri Abdullah saat diwawancarai TribunGorontalo mengaku excited saat pertama kali melihat koko'o, kamis (19/3/2026). (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)
KOKO'O -- Pendatang Asal kendari Budi Kadri Abdullah saat diwawancarai TribunGorontalo mengaku excited saat pertama kali melihat koko'o, kamis (19/3/2026). (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG) (TribunGorontalo.com)

Baca juga: Sepekan Universitas Negeri Gorontalo Berlakukan Libur Akademik Menjelang Idul Fitri 1447 H

Peserta tradisi tidak hanya memainkan alat musik bambu khas Gorontalo, tetapi juga memadukan musik modern dari pengeras suara yang dibawa kendaraan.

Beberapa titik terdapat panggung berjalan dengan lampu menyorot ke langit, menciptakan pemandangan yang memikat mata.

Kemeriahan semakin terasa karena warga memadati pinggir jalan. Banyak yang merekam kegiatan dengan ponsel, sementara sebagian lain ikut berjalan bersama peserta.

Tawa, canda, dan keakraban terlihat jelas, menandai rasa kebersamaan yang kuat antarwarga.

Koko’o sendiri merupakan tradisi masyarakat Gorontalo untuk membangunkan warga sahur.

Selain itu, tradisi ini berfungsi sebagai cara menjaga budaya daerah dan mempererat hubungan antarwarga.

Malam terakhir Ramadan tahun ini menunjukkan generasi muda menjadi peserta terbanyak, aktif, dan semangat sehingga perjalanan tetap hidup dari awal hingga akhir.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jalan yang biasanya sepi pada dini hari berubah menjadi riuh dengan suara musik, tawa, dan sorak-sorai.

Banyak warga rela tetap terjaga hingga sahur demi menyaksikan tradisi ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved