Minggu, 22 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan

Duka mendalam mengiringi kepergian dua sosok abdi negara, Fanni Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PEMAKAMAN JENAZAH - Guru dan siswa SMA Negeri 5 Gorontalo saat mengirimkan doa untuk almarhumah, Yessi Sukersi Mustaki, Minggu (15/3/2026). Simak fakta-fakta seputar kecelakaan maut yang menewaskan Fanni dan Yessi. 

Menurut Yursin, pada hari itu tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan sesuatu akan terjadi. 
Almarhumah masih bekerja normal dan sempat menyampaikan rencananya untuk melakukan perjalanan ke Sulawesi Utara. 

"Saat itu dia menyampaikan yang mana mau ke Manado," ungkapnya.

Kabar kecelakaan yang merenggut nyawa Fanni membuat rekan-rekannya di Kejati Gorontalo sangat terkejut. 

Pasalnya, sehari sebelumnya mereka masih sempat berbincang dan bercanda. Yursin menyebut tidak ada hal yang terasa berbeda dari sikap almarhumah sebelum berangkat.

Ia menggambarkan sosok Fanni Anelsia Mustaki sebagai pribadi yang sangat humble. 

"Orang riang dan humble, dia setiap pagi di ruangan kami," tuturnya.

Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut

2. Kronologi Kejadian di Jalur Trans Sulawesi

KECELAKAAN MAUT - Kakak beradik asal Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjadi korban meninggal dalam kecelakaan lalu intas di Desa Sapa, Kecematan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. 
KECELAKAAN MAUT - Karangan bunga untuk Fanni Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki. Keduanya menjadi korban meninggal dalam kecelakaan lalu intas di Desa Sapa, Kecematan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.  (Kolase TribunGorontalo.com/Ist)

Peristiwa nahas ini bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo menuju Kota Manado, Sulawesi Utara.

Mereka menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA yang dikemudikan oleh sopir bernama Ismail Zees (47).

Tujuan perjalanan kedua kakak beradik ini adalah untuk mengunjungi ibu mereka di Manado dalam rangka mengisi waktu liburan.

Namun, perjalanan yang seharusnya penuh kebahagiaan tersebut justru berubah menjadi tragedi memilukan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.

Mobil berwarna hitam tersebut kemudian keluar dari badan jalan dan menabrak sebuah pohon serta bangunan rumah makan di pinggir jalan.

Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan parah atau ringsek akibat benturan keras yang terjadi di lokasi kejadian.

Berdasarkan data dari pihak kepolisian, terdapat empat orang korban dalam insiden ini, di mana dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki menjadi korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved