Kecelakaan Maut Minsel
7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan
Duka mendalam mengiringi kepergian dua sosok abdi negara, Fanni Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki.
Penulis: Tim Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fakta-kecelakaan-maut-yang-menewaskan-Fanni-dan-Yessi.jpg)
“Selama ini jarang sekali dia telepon omnya. Biasanya omnya yang hubungi dia. Tapi tadi malam dia sendiri yang hubungi,” kata Apris dengan nada sedih.
Pihak keluarga merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sikap Fanni yang tiba-tiba berinisiatif menghubungi sang paman tanpa diminta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, percakapan melalui sambungan telepon tersebut terjadi tidak lama sebelum kecelakaan maut itu berlangsung di Jalan Trans Sulawesi.
Dalam percakapan terakhir itu, Fanni menyampaikan pesan singkat mengenai urusan kendaraan pribadi kepada pamannya di Gorontalo.
Fanny menghubungi pamannya agar tidak membawa mobil miliknya ke bengkel untuk sementara waktu.
Pesan tersebut menjadi komunikasi verbal terakhir yang diterima pihak keluarga sebelum berita duka sampai ke telinga mereka.
Keluarga besar baru mengetahui kabar mengenai kecelakaan yang menimpa Fanni dan Yessi pada pagi hari Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.
Padahal, berdasarkan estimasi waktu kejadian, kecelakaan hebat tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.
Terdapat jeda waktu yang cukup lama antara waktu kejadian dengan waktu pihak keluarga menerima informasi resmi mengenai kondisi para korban.
“Informasi baru keluarga dapat sekitar jam enam pagi. Itu pun masih belum jelas,” ujar Apris menceritakan situasi kepanikan keluarga saat itu.
6. Penghormatan Terakhir dari Pimpinan Daerah
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian keduanya sebagai PNS, Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan penghormatan terakhir secara resmi.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir langsung di rumah duka di Jalan Pangeran Hidayat untuk memimpin prosesi pelepasan jenazah.
Tidak hanya Gubernur, Wakil Gubernur Idah Syahidah pun turut hadir mengantarkan kedua jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol rasa kehilangan pemerintah daerah atas berpulangnya dua sosok yang selama ini telah berkontribusi bagi kemajuan Gorontalo.
7. Suasana Haru Pemakaman di Rumah Duka
Prosesi pemakaman yang berlangsung pada Minggu (15/3/2026) diwarnai isak tangis yang pecah dari ratusan pelayat.
Karena banyaknya jamaah yang hadir, salat jenazah terpaksa dilaksanakan di badan jalan depan rumah duka dengan adik laki-laki korban bertindak sebagai imam.
Suasana semakin menyayat hati ketika sang adik tak mampu menahan tangis saat melantunkan takbir.
Setelah seluruh rangkaian prosesi agama dan kedinasan selesai, kedua almarhumah dimakamkan berdampingan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka mereka di Kelurahan Wongkaditi Barat. (*)