Kecelakaan Maut Minsel
Sosok Fanny Anelsia Mustaki bagi Rekan Kerja di Kejati Gorontalo: Orang Riang dan Humble
Kepergian Fanny Anelsia Mustaki dalam kecelakaan maut di Minahasa Selatan meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan kerjanya
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yursin-Djafar-Kaur-Pegawai-Kejati-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua kakak beradik yang merupakan ASN asal Gorontalo, Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki, meninggal dunia setelah mobil PO Garuda yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal
- Kepergian Fanny meninggalkan duka mendalam bagi rekan kerjanya di Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang mengenangnya sebagai pribadi ceria
- Jenazah kedua almarhumah dimakamkan pada Minggu (15/3/2026) di Gorontalo dengan iringan isak tangis keluarga serta dihadiri oleh jajaran pejabat daerah
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepergian Fanny Anelsia Mustaki dalam kecelakaan maut di Minahasa Selatan meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan kerjanya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo.
Salah satu rekan kerjanya, Yursin Djafar mengatakan Fanny bukan sekadar teman sekantor, melainkan sosok yang dikenal sangat ramah, mudah bergaul, dan selalu membawa suasana hangat di lingkungan kerja.
Kaur Pegawai Kejati Gorontalo tersebut mengaku sangat kehilangan sosok yang ceria tersebut.
Ia mengenang bagaimana almarhumah masih beraktivitas seperti biasa dan bertegur sapa dengan rekan-rekannya pada Jumat sebelum kejadian.
"Hari Jumat itu dia masih sama-sama dengan saya, dengan teman-teman juga," ujar Yursin usai prosesi pemakaman.
Menurut Yursin, pada hari itu tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan sesuatu akan terjadi.
Almarhumah masih bekerja normal dan sempat menyampaikan rencananya untuk melakukan perjalanan ke Sulawesi Utara.
"Saat itu dia menyampaikan yang mana mau ke Manado," ungkapnya.
Kabar kecelakaan yang merenggut nyawa Fanni membuat rekan-rekannya di Kejati Gorontalo sangat terkejut.
Pasalnya, sehari sebelumnya mereka masih sempat berbincang dan bercanda. Yursin menyebut tidak ada hal yang terasa berbeda dari sikap almarhumah sebelum berangkat.
Ia menggambarkan sosok Fanni Anelsia Mustaki sebagai pribadi yang sangat humble.
"Orang riang dan humble, dia setiap pagi di ruangan kami," tuturnya.
Meski ruang kerja almarhumah berada di lantai atas, tepatnya di atas ruangan Djufri, Fanni sering menyempatkan diri untuk turun dan menyapa rekan-rekan di ruangan bawah. Kebiasaan sederhana inilah yang membuat hubungan mereka terasa sangat dekat.
Bagi Yursin dan rekan-rekan di Kejati, kehilangan ini merupakan pukulan telak.
"Pasti (terpukul), karena kami bukan dekat dalam lingkungan kerja tapi sudah seperti keluarga," pungkasnya.
Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Kronologi Peristiwa