Kecelakaan Maut Minsel
Sosok Fanny Anelsia Mustaki bagi Rekan Kerja di Kejati Gorontalo: Orang Riang dan Humble
Kepergian Fanny Anelsia Mustaki dalam kecelakaan maut di Minahasa Selatan meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan kerjanya
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yursin-Djafar-Kaur-Pegawai-Kejati-Gorontalo.jpg)
Peristiwa nahas ini bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo menuju Kota Manado, Sulawesi Utara.
Mereka menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA yang dikemudikan oleh sopir bernama Ismail Zees (47).
Tujuan perjalanan kedua kakak beradik ini adalah untuk mengunjungi ibu mereka di Manado dalam rangka mengisi waktu liburan.
Namun, perjalanan yang seharusnya penuh kebahagiaan tersebut justru berubah menjadi tragedi memilukan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.
Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.
Mobil berwarna hitam tersebut kemudian keluar dari badan jalan dan menabrak sebuah pohon serta bangunan rumah makan di pinggir jalan.
Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan parah atau ringsek akibat benturan keras yang terjadi di lokasi kejadian.
Berdasarkan data dari pihak kepolisian, terdapat empat orang korban dalam insiden ini, di mana dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki menjadi korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut.
Sementara itu, pengemudi mobil yakni Ismail Zees dilaporkan mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Satu penumpang lainnya bernama Doni Tentero (45) dikabarkan mengalami luka ringan akibat insiden benturan tersebut.
Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal dunia adalah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gorontalo.
"Mereka berdua yang meninggal dunia," tutur Engelina saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dan petugas kepolisian sesaat setelah kecelakaan tersebut terjadi untuk melarikan korban ke RSUD Teep Minsel.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa tersebut.
Isak Tangis sang Adik