Kasus Pelecehan
Kronologi Mahasiswi Gorontalo Dilecehkan Saat Berkendara Siang Hari, Sempat Melawan
Seorang mahasiswi mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal saat melintas di wilayah Gorontalo Utara.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Seorang mahasiswi mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal saat melintas di wilayah Gorontalo Utara.
Korban diketahui berinisia SBS (24) dan tercatat sebagai mahasiswa aktif di kampus agama di Kota Gorontalo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar siang hari, bertepatan dengan waktu pelaksanaan salat Jumat.
Saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Senin (24/2/2026) SBS menceritakan secara rinci kronologi kejadian yang dialaminya.
Ia mengatakan, saat kejadian ia sedang mengendarai sepeda motor seorang diri dari kampung halamannya Buol, Sulawesi Tengah menuju Limboto.
Baca juga: Adhan Dambea Rencana Tata SKB Kota Gorontalo Nyaman Serupa Hotel, jadi Pusat Kegiatan ASN
“Waktu itu siang, sekitar jam 12 lewat. Saya lagi di mengendarai sepeda motor dari arah Buol ke Limboto,” ujar SBS.
Saat melintas di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, tiba-tiba muncul seorang pria tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor.
“Dia datang tiba-tiba di samping saya, sama-sama naik motor,” katanya.
Menurut SBS, tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan tindakan yang membuatnya kaget dan panik.
“Tiba-tiba dia langsung memukul bagian dada, lalu memegang area sensitif,” ungkapnya dengan nada gemetar.
Diketahui lokasi kejadian disebut cukup sepi, meski tidak terlalu jauh dari pemukiman warga.
Kondisi tersebut membuat korban sulit meminta pertolongan.
SBS mengaku refleks melakukan perlawanan untuk menyelamatkan diri. Sontak dirinya langsung menendang terduga pelaku.
“Saya langsung menendang motor pelaku dari samping, bagian belakangnya,” jelasnya.
Akibat tendangan tersebut, sepeda motor korban dan pelaku sama-sama terjatuh ke jalan.
Setelah terjatuh, SBS berusaha bangkit secepat mungkin sebelum pelaku berdiri.
“Saya berdiri duluan. Pas dia mau bangun, saya cabut kunci motornya,” katanya.
Setelah itu, SBS langsung berlari menjauh ke arah tanjakan atau gunung untuk menghindari pelaku.
Lanjut SBS menyebut, pelaku sempat berusaha mengejarnya. Namun pada akhirnya dia kembali ke sepeda motornya yang sudah tergeletak.
“Dia sempat kejar, tapi karena agak lama, akhirnya dia balik lagi ke motornya,” ujarnya.
Setelah kembali ke sepeda motornya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban mengaku tidak sempat berteriak meminta tolong, karena kondisi jalan yang sepi serta jarak pemukiman warga yang cukup jauh.
“Jadi saya tidak teriak minta tolong, karena saya tahu di situ jauh dari rumah warga,” katanya.
Saat ditanya mengenai ciri-ciri pelaku, SBS mengatakan pelaku diperkirakan berusia 20 hingga di bawah 30 tahun.
“Kelihatannya masih muda, sekitar 20-an ke atas, tapi secara rinci saya tidak mengenali pelaku,” ucapnya.
Pelaku memiliki postur tubuh yang cukup kuat dan mengendarai sepeda motor yang diduga jenis Honda Vario berwarna putih.
SBS menambahkan, jalur tersebut merupakan jalur yang sering ia lalui karena kerap pulang kampung.
“Saya sering lewat di situ, karena sering pulang kampung, baru kali ini kejadian seperti ini,” katanya.
SBS mengaku masih mengalami trauma atas kejadian tersebut.
Ia juga menyebut peristiwa itu sangat membekas karena terjadi di siang hari, saat masyarakat tengah melaksanakan ibadah salat Jumat.
“Ini terjadi pas orang-orang lagi salat Jumat, saya tidak menyangka bisa terjadi begini," ujarnya.
Sementara itu, Kuasa hukum korban, Ali Rajab, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo.
“Saat ini korban sudah dilakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo, dan sementara menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Gorontalo,” kata Ali Rajab.
Ia menegaskan, korban mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Pastinya dengan kejadian itu korban menjadi trauma,” ujarnya.
Ali Rajab berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas pelaku dan melakukan penangkapan.
“Apalagi ini bulan puasa. Korban juga bercadar, ini sesuatu yang sangat memalukan dan berdampak secara psikologis,” katanya.
Ia meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara serius agar memberikan efek jera.
“Kami berharap pelaku segera diamankan agar menjadi efek jera, bukan hanya kepada pelaku, tetapi juga kepada calon-calon pelaku lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan cepat sangat penting agar korban dapat merasa aman dan tenang setelah mengalami kejadian tersebut.
“Dengan tertangkapnya pelaku, korban bisa merasa lebih tenang atas apa yang telah dialaminya,” pungkas Ali Rajab.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan korban didampingi kuasa hukum dan sejumlah temannya melakukan visum di RS Bhayangkara Gorontalo.Setelah itu sekitar pukul 13.00 Wita mereka menuju ke Ditreskrimum sekitar enam orang perempuan dengan laki-laki.
Mereka dilakukan sejumlah pemeriksaan Kemudian keluar sekiranya pukul 17.00 Wita.
Nampak gelagat korban seperti trauma, sesekali hanya terdiam dan sesekali berbicara dengan temannya.(*)
| 5 Pelaku Pelecehan Gadis 13 Tahun Ditahan Polisi Gorontalo, Hanya 2 Diduga Setubuhi Korban |
|
|---|
| 5 Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur Diringkus Polisi Gorontalo |
|
|---|
| Pria Dulupi Gorontalo Serahkan Diri ke Polisi usai Wajahnya Viral di Medsos, Nyaris Rudapaksa Gadis |
|
|---|
| Agus Difabel Terkejut usai Dituntut 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta |
|
|---|
| Mendiktisaintek Jawab Tuntutan Pencabutan Gelar Profesor terhadap Oknum Dosen Cabul di Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.