Minggu, 15 Maret 2026

Human Interest Story

Curhat Pedagang Pasar Rakyat Jajan 'PRJ' Kota Gorontalo yang Kini tak Dilirik Pembeli

Begitu gigih perjuangan para pedagang Pasar Rakyat Jajan (PRJ) Kota Gorontalo. Meski tak dilirik pembeli, pedagang di pasar ini

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Curhat Pedagang Pasar Rakyat Jajan 'PRJ' Kota Gorontalo yang Kini tak Dilirik Pembeli
TribunGorontalo.com
PRJ -- Potret Pasar Rakyat Jajan atau PRJ Kota Gorontalo. Pasar ini berada di kawasan Kota Tua, Kelurahan Biawao,Senin 19 Januari 2025. 

Ia mengatakan beberapa pengunjung datang hanya karena menunggu penumpang kendaraan.

“Mereka datang tunggu mobil, beli minum sedikit, habis itu pergi,” katanya.

Hasni mengaku tetap bertahan karena tidak punya pilihan lain.

“Kalau tutup, mau kerja apa lagi? Jadi kami tetap buka saja, walaupun hasil sedikit,” ujarnya.

Beberapa pedagang juga mengeluhkan kebijakan pemindahan kios saat penataan dilakukan.

Seorang pedagang perempuan menceritakan bahwa sebelumnya ia berada di depan pasar, namun setelah penataan dipindahkan ke belakang semakin sepi. 

“Kami dipindahkan ke bagian belakang. Katanya supaya rapi. Tapi ternyata di belakang lebih sepi lagi,” katanya.

Ia mengatakan penjualan langsung turun drastis setelah pindah.

“Barang dagangan lama habis. Ada yang sampai dua bulan tidak laku. Modal habis, usaha tidak berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pelanggan malas masuk ke bagian belakang pasar.

“Mereka tidak mau naik ke atas atau masuk ke dalam. Jadi lebih banyak yang lewat di depan saja,” katanya.

Harapan Pedagang

Para pedagang berharap pemerintah tidak hanya membangun fisik pasar, tetapi juga menghidupkan aktivitas.

Mereka menyarankan agar pemerintah membuat coffee street seperti di Pasar Sentral untuk menarik pelanggan. 

Amat di lapangan juga terlihat bangunan Pasar Jajan Kota Tua didominasi warna kuning, hijau muda, dan hijau tua. 

Beberapa kios memiliki atap seng dengan rangka besi hitam. 

Di beberapa sudut, cat mulai mengelupas, memperlihatkan lapisan semen di bawahnya.

Di depan kios, ember plastik, termos, dan etalase kecil tertata rapi, namun tidak banyak hasil jualan yang berkurang hingga sore hari.

Di sisi luar pasar, bangunan tua berdinding tebal dengan jendela tinggi masih berdiri, menjadi penanda kawasan bersejarah Kota Tua.

Namun di dalam pasar, suasana terasa kontras, warna cerah bangunan tidak sejalan dengan aktivitas yang minim.

Para pedagang mengaku tidak menuntut banyak, hanya ingin pasar kembali hidup seperti dulu. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved