Penikaman di Pasar Sentral
BREAKING NEWS: 2 Pria Jadi Tersangka Kasus Pembacokan di Pasar Sentral Kota Gorontalo
Polisi resmi menetapkan dua pria berinisial AR sebagai tersangka kasus pembacokan yang menggemparkan Pasar Sentral Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Kapolresta-Gorontalo-Kota-Kombes-Pol-Suryono.jpg)
Ringkasan Berita:
- Polisi menetapkan dua pria berinisial AR sebagai tersangka pembacokan di Pasar Sentral Kota Gorontalo
- Pertemuan tidak sengaja di pasar memicu konflik lama hingga berujung pada penyerangan dengan pisau.
- Polresta Gorontalo Kota memeriksa tujuh saksi dan berkomitmen meningkatkan patroli rutin di Pasar Sentral
TRIBUNGORONTALO.COM – Polisi resmi menetapkan dua pria berinisial AR sebagai tersangka kasus pembacokan yang menggemparkan Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Sabtu malam (7/12/2025).
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono, memastikan bahwa insiden berdarah tersebut dipicu oleh dendam lama antara pelaku dan korban.
Sejak kejadian berlangsung, Polresta Gorontalo Kota langsung melakukan serangkaian langkah penanganan.
Pemeriksaan saksi hingga identifikasi pelaku dilakukan untuk memastikan peristiwa yang sempat viral di media sosial dapat segera terungkap.
Suryono menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi terkait insiden tersebut.
Selain itu, dua orang yang diduga pelaku dan terlihat dalam rekaman video telah diamankan.
“Kami dari Polresta Gorontalo Kota sudah melakukan berbagai upaya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya yang kebetulan memiliki inisial sama, yakni AR, resmi ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami sudah menetapkan dua orang berinisial AR,” ungkapnya.
Keduanya dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP dan UU Darurat.
Hal itu karena salah satu pelaku menggunakan senjata tajam saat menyerang korban.
Kapolresta menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan serangan acak.
Dari pemeriksaan, diketahui konflik antara pelaku dan korban sudah berlangsung lama.
Insiden terjadi saat mereka bertemu secara tidak sengaja di Pasar Sentral.