Kebakaran di Gorontalo
Aksi Heroik Irwan Husna, Warga Huangobotu Gorontalo Selamatkan Ibu dari Kebakaran Rumah
Suasana sore yang tenang di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (23/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Irwan-Husna-bersama-ibunya-Asma-Musa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran mendadak – Api cepat menjalar di rumah Irwan Husna, menimbulkan kepanikan warga dan membuat suasana sore berubah mencekam
- Aksi penyelamatan – Irwan berhasil menyelamatkan ibunya yang sedang salat, meski harus menerobos asap pekat dan panas ekstrem
- Anak selamat, rumah luluh lantak – Anak bungsu Irwan ditemukan selamat di luar rumah, namun seluruh bangunan habis terbakar sehingga keluarga kini kehilangan tempat tinggal
TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana sore yang tenang di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (23/3/2026).
Langit yang cerah seketika tertutup oleh gumpalan asap hitam pekat yang membubung tinggi dari salah satu pemukiman padat penduduk.
Kepulan asap itu menjadi pertanda awal bencana besar yang sedang mengintai keluarga Irwan Husna (41).
Belum sempat warga menyadari apa yang terjadi, api sudah mulai menjalar dengan sangat cepat, melahap material bangunan yang mudah terbakar.
Irwan Husna saat itu sedang berada di bengkel las tempatnya mencari nafkah, yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari kediamannya. Ia awalnya tidak menyangka bahwa sumber asap yang dilihatnya berasal dari rumah tempat ibu dan anak bungsunya berada.
Nalurinya sebagai seorang anak dan ayah langsung bergejolak ketika seseorang berteriak bahwa api muncul dari arah rumahnya. Tanpa berpikir panjang, Irwan meletakkan peralatan lasnya dan berlari sekencang mungkin menuju titik api.
Langkah kakinya terasa berat namun dipacu oleh rasa takut yang luar biasa akan keselamatan orang-orang tercinta di dalam rumah. Setiap meter yang ditempuhnya terasa begitu lama, sementara di kejauhan, api tampak semakin membesar dan beringas.
Menerobos "Dinding" Asap Hitam
Sesampainya di depan rumah, pemandangan yang menyambutnya sungguh mengerikan; api sudah mulai menguasai bagian atap dan asap hitam tebal keluar dari sela-sela ventilasi. "Sampai di sini, api sudah besar, asap hitam penuh," kenang Irwan dengan tatapan kosong saat menceritakan kembali momen tersebut.
Kondisi pintu depan yang terkunci rapat sempat menghambat upaya penyelamatan yang dilakukan oleh warga sekitar. Namun, kepanikan tidak membuat Irwan menyerah; ia bersama tetangga dan kerabat berusaha mendobrak pintu kayu tersebut dengan tenaga seadanya.
Begitu pintu berhasil terbuka, gelombang panas dan asap hitam langsung menerjang keluar, membuat siapa pun yang berdiri di depan pintu terbatuk-batuk. Namun, bagi Irwan, tidak ada waktu untuk ragu atau sekadar mencari perlindungan untuk pernapasannya.
Ia segera menerobos masuk ke dalam kegelapan yang disebabkan oleh asap pekat yang menyelimuti seluruh ruangan. Di dalam rumah, jarak pandang hampir nol, dan suara retakan kayu yang terbakar mulai terdengar dari langit-langit rumah.
Menyelamatkan Ibu di Tengah Salat
Pikirannya langsung tertuju pada ibunya, Asma Musa (60), yang ia ketahui sedang berada di dalam rumah saat ia berangkat bekerja tadi. Irwan terus memanggil nama ibunya di tengah kebisingan api, namun tidak ada jawaban yang terdengar di awal pencariannya.
Dengan keberanian yang luar biasa, ia merayap dan meraba dinding untuk mencapai kamar kedua, tempat yang paling mungkin menjadi lokasi sang ibu berada.
Panas yang menyengat mulai membakar kulitnya, namun tekadnya untuk menyelamatkan orang tuanya jauh lebih besar dari rasa sakit itu.