Berita Gorontalo
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Minta Pelaku UMKM Laporkan Pungli di Pasar Sentral
Wali Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Adhan Dambe dengan tegas meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melaporkan adanya
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANTUSIAS-MASYARAKAT-Potret-aktivitas-malam-hari-di-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO. COM, Gorontalo -- Wali Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Adhan Dambe dengan tegas meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melaporkan adanya pungutan liar di Pasar Sentral.
Hal itu disampaikan Adhan usai mendengar adanya dugaan pungli yang dilakukan sejumlah oknum pengelola di pasar tersebut.
Bahkan Adhan tidak tanggung-tanggung mendatangi langsung serta memanggil sejumlah pengelola pada Jumat malam (7/11/2025).
"Jika ada oknum-oknum yang meminta bayaran untuk menempati tempat di Pasar Sentral ini tolong lapor ke saya, maka saya akan pidanakan. Yang penting saudara bersedia jadi saksi, " ungkap Adhan dihadapkan para pelaku UMKM malam itu.
Baca juga: Makanan Khas Se-Nusantara Hadir di Festival Kuliner Gorontalo, dari Jawa hingga Sumatera
Selain itu Adhan menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan untuk membeli booth dan sejumlah pra sarana lainnya pada satu orang agar bisa menempati lokasi di pasar.
"Saya tidak pernah merekomendasikan ada yang membeli booth atau segala macam. Tidak pernah ada itu, " tegas Adhan.
Kata Adhan, ia tidak mempermasalahkan jika ada warga yang membeli booth tersebut namun tidak mensyaratkan wajib dibeli.
"Silahkan kalau ada warga mau beli tapi tidak ada kewajiban. Karena ada yang saya dengar kalau tidak beli booth di situ maka tidak akan dapat tempat, " terangnya.
Ia membeberkan peruntukan Pasar Sentral untuk dijadikan tempat jualan merupakan kebijakan Pemkot Gorontalo bukan usaha perorangan.
"Ini kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo bukan usaha orang per orangan," jelasnya.
Meski sudah diberikan kelonggaran bagi warga untuk berjualan, Adhan meminta pedagang untuk memperhatikan kebersihan.
"Saya hanya ingin kenyamana bagi warga. Saya hanya minta habis jualan sudah bersih tempatnya, " ucapnya.
Apabila warga yang berjualan tidak mendengar intruksi itu maka Adhan tidak segan-segan untuk melarang berjualan di Pasar Sentral.
"Pagi hari kalau tidak bersih tempat jualannya maka saya akan larang berjual di situ, " terang Adhan.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, Adhan Dambea meninjau lokasi dari ujung bagian utara kemudian ke selatan hingga timur.
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|