Kanal Tanggidaa Gorontalo
Proyek Belum Selesai, Mobil Malah Terparkir Anteng di Atas Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo
Warga Gorontalo geram, sejumlah mobil terlihat parkir di atas pedestrian Kanal Tanggidaa yang belum rampung. PUPR tegaskan: itu bukan tempat parkir!
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/lahan-parkir-sembarangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Warganet dibuat geram dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah kendaraan terparkir di atas jalur pedestrian proyek Kanal Tanggidaa, Gorontalo.
Dalam video yang berdurasi singkat itu tampak beberapa mobil terparkir rapi di jalur pejalan kaki, padahal proyek itu masih belum rapung sepenuhnya.
Aksi tersebut pun langsung menuai banyak protes dari warganet karena dianggap tidak pantas dan juga merusak fungsi utama dari pedestrian sebagai jalur pejalan kaki.
Selain itu, parkiran ini juga cukup mengganggu bagi pelaksana proyek sehingga menghambat pekerjaan mereka.
Baca juga: Terungkap Kronologi Mursiti Wafat Usai Operasi: Luka Terbuka Tak Dijahit dan Ada Kain Kasa di Perut
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, terlihat satu unit mobil berwarna hitam terparkir di atas pedestrian.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Maxmilian Lumentut menegaskan bahwa area pedestrian bukanlah tempat parkir kendaraan.
"Seharusnya di atas pedestrian ini tidak ada yang namanya parkiran!," ujarnya, Senin (13/10/2025).
Ditambah saat ini pengerjaan Kanal Tanggidaa belum selesai sepenuhnya.
Progres persentase fisik hingga saat ini kata Max sudah di angka 74 persen.
Artinya masih ada 26 persen pengerjaan yang belum selesai.
Sisa pekerjaan itu meliputi pemasangan stand bollard, bangku taman, dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Kami berencana memasang stand bollard, tapi kalau hanya itu mungkin kurang efektif. Jadi perlu kolaborasi agar kawasan ini tertata kembali,” jelasnya.
Baca juga: Beredar Isu Gaji ASN dan Pensiunan Naik 12 Persen November 2025, Ini Tanggapan Resmi Menkeu Purbaya
Untuk mencegah adanya oknum-oknum yang memarkirkan kendaraannya di atas kawasan pedestrian, Max akan berkoordinasi bersama pihak terkait seperti Dishub dan Satpol PP.
Lebih lanjut, Max mengatakan bahwa saat ini Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo sudah mulai melakukan pengawasan rutin di sekitar proyek untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Saya sendiri risih dengan kendaraan yang parkir di atas pedestrian Kanal,” ungkapnya.
Rencana Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo Jadi Kawasan Kuliner Tuai Komentar Pro-Kontra Warga
Pedestrian Kanal Tanggidaa di Jalan Hos Cokroaminoto, Kota Gorontalo tengah direncanakan menjadi kawasan kuliner.
Seperti kawasan kuliner di Area Kalimadu, Jalan Madura Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo serta di depan Universitas Negeri Gorontalo Jalan Jenderal Soedirman.
Namun, rencana ini menuai beragam tanggapan dari warga sekitar
Kanal Tanggidaa sendiri adalah saluran air yang berada di Kota Gorontalo yang berfungsi sebagai sarana pengendalian banjir sekaligus ruang publik.
Selain itu, kanal ini kini tengah direnovasi untuk dilengkapi pedestrian agar dapat dimanfaatkan sebagai area pejalan kaki, area rekreasi dan potensi kawasan kuliner
Proyek senilai Rp4,7 miliar ini diharapkan dapat mempercantik kota dan menjadi ikon baru bagi masyarakat Gorontalo.
Sejumlah warga menilai rencana ini berpotensi menimbulkan masalah terutama terkait kemacetan dan kenyamanan pejalan kaki.
Baca juga: Samsung Galaxy M17 Resmi Dirilis, Punya Baterai 5.000 mAH dan Memori Jumbo, Ini Daftar Harga HPnya
Hal itu disampaikan Marwan Poliyoto, warga sekitar kepada TribunGorontalo.com, Rabu (17/9/2025).
Marwan mengaku rencana pedestrian Kanal Tanggidaa akan dijadikan sebagai kawasan kuliner bukanlah ide yang tepat.
Ia menekankan bahwa trotoar seharusnya tetap difungsikan untuk pejalan kaki.
Selain itu, dengan pedestrian Kanal Tanggidaa menjadi kawasan kuliner maka akan berpotensi bertambahnya volume arus lalu lintas.
Apalagi di Jalan Cokroaminoto saat ini menjadi area lintasan kendaraan berat dan panjang seperti kontainer.
"Saya pribadi mending tidak usah, karena bisa bikin macet dan trotoar jadi tempat jualan yang menyulitkan orang berjalan,” kata Marwan, Rabu (17/9/2025).
Meski begitu, Marwan tidak menutup sepenuhnya kemungkinan Kanal Tanggidaa jadi pusat kuliner.
Hanya saja, ia berharap jika hal itu benar-benar diwujudkan, maka harus ada solusi agar fungsi utama pedestrian tetap terjaga.
Pedestrian memiliki fungsi penting sebenarnya sebagai jalur khusus pejalan kaki, memberikan kenyamanan, keamanan, dan kebebasan bergerak tanpa terganggu kendaraan bermotor.
Selain itu, pedestrian juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, seperti berjalan santai, berolahraga, hingga akses ke fasilitas umum.
Dengan desain yang baik, pedestrian meningkatkan kualitas lingkungan kota, mengurangi kemacetan, serta mendorong gaya hidup sehat dan interaksi antarwarga.
“Boleh, yang penting ada akses untuk pejalan kaki,” tambahnya.Di sisi lain, Kian Siaman, warga lainnya turut berkomentar.
Berbeda dengan Marwan, Kian menilai kawasan kuliner di pedestrian Kanal Tanggidaa bisa memberikan peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Namun dengan catatan harus dikelola rapi dan tertata dengan baik.
Baca juga: Sosok Andi Arman Sulaiman, Menteri Pertanian Kini Jadi Kepala Bapanas, Gantikan Arief Prasetyo
“Kalau saya bisa-bisa saja, tetapi jangan sampai macet,” ujar Kian.
Kian menekankan pentingnya manajemen yang jelas, terutama terkait data para penjual, agar kawasan kuliner tidak berubah menjadi semrawut.
“Terlebih untuk penjual, harus terdata dengan baik,” pungkasnya
Pembangunan pedestrian Kanal Tanggidaa kini menunjukkan progres lebih cepat dari jadwal.
Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo bahkan melaporkan capaian pekerjaan fisik sudah menyentuh 51 persen, jauh melampaui target awal 26 persen.
Pantauan dilapangan juga menunjukkan progres pekerjaan sudah memasuki kawasan Mall Gorontalo.
Lokasi itu menjadi titik paling ujung di sebelah selatan yang saat ini masuk pada tahap pengecoran.
Dengan rampungnya proyek ini, Kanal Tanggidaa diharapkan menjadi ikon baru penataan ruang Kota Gorontalo sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman. (*)
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Kanal Tanggidaa Gorontalo
Pedestrian Kanal Tanggidaa
lahan parkir
Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo
Maxmilian Lumentut
Kanal Tanggidaa
Gorontalo
TribunGorontalo.com
| 68 Lampu Terangi Pedestrian Kanal Tanggidaa Jalan HOS Cokroaminoto Kota Gorontalo |
|
|---|
| 5 Tersangka Korupsi Proyek Kanal Tanggidaa Gorontalo: Ini Daftar Nama dan Perannya |
|
|---|
| Terungkap Harta Kekayaan Handoyo Sugiharto, Eks Kadis PUPR Gorontalo Tersangka Kasus Kanal Tanggidaa |
|
|---|
| Profil Handoyo Sugiharto, Eks Kadis PUPR Gorontalo yang Jadi Tersangka Korupsi Kanal Tanggidaa |
|
|---|
| Rencana Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo Jadi Kawasan Kuliner Tuai Komentar Pro-Kontra Warga |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.