Warga Gorontalo Hanyut
Pengorbanan Sumitra, Niat Selamatkan Anak Malah Ikut Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
Sumitra (26), warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, hanyut bersama putranya, Akbar Diangi (9), di Sungai Paguyaman
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-pihak-kepolisian-dan-warga-mencari-keberadaan-korban-hanyut-di-Sungai-Paguyaman.jpg)
Tim menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga Sungai Besar Paguyaman dengan perahu karet dan penyelam.
Dalam pencarian, ditemukan dua potong pakaian yang diduga milik korban: celana biru milik Akbar dan kemeja cokelat milik Sumitra.
Penemuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa keduanya terseret jauh oleh arus sungai.
Namun hingga pukul 21.30 Wita, korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan arus yang berbahaya.
Minggu pagi, operasi dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak unsur SAR, termasuk BPBD Boalemo, Polda Gorontalo, dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, membenarkan bahwa Sumitra dan suaminya memang berdomisili di desa tersebut.
Suami korban, Rinto Dayangi, ikut serta dalam pencarian, berharap istrinya dan anaknya segera ditemukan.
Menurut warga, Sumitra dikenal sebagai sosok ibu yang penuh kasih dan selalu mengutamakan anaknya.
Tindakan refleksnya untuk menolong Akbar dianggap sebagai wujud nyata pengorbanan seorang ibu.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa derasnya arus sungai bisa berubah menjadi ancaman mematikan.
Tim SAR menghadapi banyak kendala, mulai dari derasnya arus, air keruh, hingga hujan lebat yang mengguyur lokasi.
Meski demikian, semangat pencarian tidak surut. Semua pihak berharap Sumitra dan Akbar segera ditemukan, apapun kondisinya.
Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan dengan membagi tim ke beberapa sektor sungai.
SRU pertama menyisir aliran utama Sungai Paguyaman sejauh tiga kilometer menggunakan perahu karet.
SRU kedua menelusuri anak sungai sejauh hampir dua kilometer dari lokasi kejadian.
Warga sekitar juga ikut membantu dengan menyusuri tepian sungai, berharap ada tanda-tanda keberadaan korban.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)