Warga Gorontalo Hanyut
Kronologi Ibu dan Anak Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo, Korban Pulang dari Kebun
Pihak kepolisian mengungkap kronologi Peristiwa hanyutnya seorang ibu rumah tangga bersama anaknya di Sungai Motoduto
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Tiga orang dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai, satu selamat
- Ketiganya baru pulang dari kebun jagung dan menyeberang sungai berpegangan tangan
- Tim SAR gabungan bersama aparat dan warga menyusuri Sungai Motoduto hingga Sungai Besar Paguyaman
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian mengungkap kronologi Peristiwa hanyutnya seorang ibu rumah tangga bersama anaknya di Sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Menurut Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, kejadian bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Polsek Boliyohuto menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang terbawa arus sungai di Desa Motoduto.
Dalam peristiwa ini, terdapat tiga korban. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat adalah Yasin Isini (50), seorang petani asal Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.
Sedangkan dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9), yang juga berasal dari Desa Ambara.
Berdasarkan keterangan saksi, Putri Yunus Abusali (28), peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 Wita.
Saat itu ia bertemu dengan Yasin, Sumitra, dan Akbar di Sungai Motoduto.
“Ketiganya baru saja pulang dari kebun jagung dan hendak kembali ke rumah mereka di Desa Motoduto,” ujar Wawan.
Melihat kondisi air sungai yang terus meninggi dan arus semakin deras, saksi sempat menyarankan agar mereka segera menyeberang lebih awal.
Namun, meski arus terlihat kuat, ketiganya tetap memutuskan untuk menyeberang.
Dalam upaya menyeberang, posisi mereka diatur berurutan. Yasin berada di depan, diikuti Sumitra, sementara Akbar berada di belakang.
Ketiganya menyeberang sambil saling berpegangan tangan.
Masalah muncul ketika mereka sudah berada di tengah sungai. Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya karena tidak mampu menahan derasnya arus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Proses-pencarian-Korban-hanyut-di-Sungai-Desa-Motoduto.jpg)