Warga Gorontalo Hanyut
Kronologi Lengkap Ibu Muda dan Anaknya Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
Detik-detik hanyutnya seorang ibu muda bersama anaknya di Sungai Paguyaman, Kecamatan Boliyohuto,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HANYUT-DI-SUNGAI-PAGUYAMAN-TIM-LAKUKAN-PENCARIAN.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ibu dan anak di Gorontalo hanyut di Sungai Motoduto setelah nekat menyeberang sungai yang debit airnya terus meningkat usai pulang dari kebun.
- Di tengah arus deras, pegangan tangan mereka terlepas saat sang ibu berusaha menolong anaknya yang tak kuat melawan arus, hingga keduanya terseret dan menghilang.
- Sementara itu, sang ayah selamat setelah berhasil berpegangan pada batang kayu di tepi sungai.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Detik-detik hanyutnya seorang ibu muda bersama anaknya di Sungai Paguyaman, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, bermula dari keputusan nekat menyeberangi sungai yang debit airnya terus meningkat usai pulang dari kebun.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 Wita.
Tiga orang berusaha menyeberangi Sungai Paguyaman dalam kondisi arus yang sudah tampak deras.
Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, mengungkapkan ketiganya diketahui bernama Yasin Isini (50), Sumitra Isini (26), dan Akbar Diangi (9).
Ketiganya berasal dari Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, dan saat kejadian hendak kembali ke rumah di Desa Motoduto setelah dari kebun jagung.
Berdasarkan keterangan saksi Putri Yunus Abusali (28), sekitar pukul 14.30 Wita ia bertemu ketiganya di sekitar Sungai Paguyaman.
Saat itu, kondisi air sungai sudah meninggi dan arus terlihat semakin kuat.
Saksi bahkan sempat mengingatkan agar mereka segera menyeberang lebih awal sebelum debit air bertambah.
Namun, meski menyadari derasnya arus, ketiganya tetap memutuskan menyeberang sungai.
Saat menyeberang, posisi mereka diatur berurutan. Yasin berada paling depan, diikuti Sumitra, sementara Akbar berada di posisi paling belakang.
Ketiganya menyeberang sambil saling berpegangan tangan untuk menahan kuatnya arus.
Masalah mulai terjadi ketika mereka sudah berada di tengah sungai.
Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya karena diduga tidak mampu lagi menahan tekanan arus air yang semakin kuat.
Mendengar teriakan itu, Sumitra secara refleks melepaskan pegangan tangannya dari Yasin dengan maksud menolong sang anak.
| Hari Kelima Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Paguyaman, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Laut |
|
|---|
| Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Tim SAR Gorontalo Sisir Area Laut |
|
|---|
| Update Pencarian Ibu dan Anak yang Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo |
|
|---|
| Kenangan Terakhir Sumitra sebelum Hilang di Sungai Paguyaman Gorontalo, Sempat Video Call |
|
|---|
| Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam |
|
|---|