Rabu, 4 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, sosok Sumitra Isini (26) tergambar melalui kesaksian orang-orang terdekatnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam
Facebok
KORBAN HANYUT -- Kolase foto Sumitra Isini, korban hanyut bersama anaknya di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Sumitra dikenal pendiam. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, sosok Sumitra Isini (26) tergambar melalui kesaksian orang-orang terdekatnya.

Ibu rumah tangga yang hanyut bersama anaknya, Akbar Diangi (9), di Sungai Motoduto, dikenang sebagai pribadi baik, pendiam, dan penuh kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, menyebut Sumitra dan anaknya merupakan warga Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.

Namun, mereka telah lama menetap di Desa Motoduto dan memiliki lahan jagung di sana.

“Korban tragedi hanyut itu adalah masyarakat Desa Ambara, tapi mereka sudah tinggal di Desa Motoduto karena ada keluarganya di sini,” ujar Djafar, Selasa (6/1/2025).

Meski berstatus pendatang, Sumitra dikenal dekat dengan warga sekitar. Djafar bahkan mengaku sangat mengenal korban secara pribadi karena lokasi rumah mereka berdekatan.

“Mereka tinggal di belakang rumah saya,” ungkapnya.

Di mata Djafar, Sumitra bukan sekadar warga biasa. Ia menilai korban sebagai sosok yang tulus membantu tanpa diminta.

“Korban ini orang baik,” katanya singkat.

Kebaikan Sumitra kerap terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Djafar menuturkan, korban sering memanen pisang miliknya dan langsung menyerahkan hasilnya.

“Pisang saya di kebun dekat rumahnya kalau sudah bisa panen, akan dibawa oleh korban ke rumah saya, tanpa saya perintah. Orangnya baik,” kenang Djafar.

Tak hanya itu, Sumitra juga dikenal aktif membantu dalam kegiatan sosial warga.

“Kalau ada pesta, korban sering bantu di dapur. Nanti selesai pesta baru pulang ke rumahnya,” lanjutnya.

Djafar menjelaskan, insiden hanyut yang menimpa Sumitra dan anaknya terjadi saat mereka sedang memanen jagung. Kedua korban terseret arus Sungai Motoduto hingga masuk ke Sungai Paguyaman yang merupakan aliran utama.

Ia mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved