Warga Gorontalo Hanyut
Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam
Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, sosok Sumitra Isini (26) tergambar melalui kesaksian orang-orang terdekatnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Sumitra-Isini-korban-hanyut-bersama-anaknya.jpg)
“Saya juga belum lama di Motoduto. Entah ini kejadian pertama atau sudah pernah terjadi sebelumnya, saya belum bisa pastikan,” katanya.
Meski demikian, Djafar terus mengingatkan warganya untuk waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai.
Baca juga: Hari ke-4 Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Basarnas Gorontalo Ungkap Kondisi Lokasi
Kenangan dari Keluarga
Dari pihak keluarga, tante korban, Asna Diangi (43), mengenang Sumitra sebagai sosok pendiam dan tidak banyak bicara.
“Orangnya baik dan pendiam. Kalau diajak cerita baru mau bicara,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (4/1/2026).
Asna mengungkapkan, sebelum kejadian, Sumitra sempat melakukan video call dengan keluarga di Desa Ambara. Dalam panggilan itu, korban memperlihatkan kondisi neneknya dan menyampaikan rencana setelah panen jagung.
“Masih sempat VC lihat kondisi Oma (nenek) yang di sini,” kata Asna. “Kami belum sempat ke Ambara. Insya Allah besok kami panen jagung,” lanjutnya menirukan ucapan korban.
Video call tersebut menjadi komunikasi terakhir keluarga dengan Sumitra sebelum ia dinyatakan hanyut.
Hingga memasuki hari keempat, Sumitra dan Akbar masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Keluarga hanya bisa berharap proses pencarian segera membuahkan hasil.
“Semoga pencarian korban dan anaknya segera mendapat titik terang,” harap Asna.
Kronologi
Menurut Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, kejadian bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Polsek Boliyohuto menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang terbawa arus sungai di Desa Motoduto.
Dalam peristiwa ini, terdapat tiga korban. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat adalah Yasin Isini (50), seorang petani asal Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.
Sedangkan dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9), yang juga berasal dari Desa Ambara.
Berdasarkan keterangan saksi, Putri Yunus Abusali (28), peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 Wita.
Saat itu ia bertemu dengan Yasin, Sumitra, dan Akbar di Sungai Motoduto.