Senin, 9 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, sosok Sumitra Isini (26) tergambar melalui kesaksian orang-orang terdekatnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam
Facebok
KORBAN HANYUT -- Kolase foto Sumitra Isini, korban hanyut bersama anaknya di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Sumitra dikenal pendiam. 

“Ketiganya baru saja pulang dari kebun jagung dan hendak kembali ke rumah mereka di Desa Motoduto,” ujar Wawan.

Melihat kondisi air sungai yang terus meninggi dan arus semakin deras, saksi sempat menyarankan agar mereka segera menyeberang lebih awal.

Namun, meski arus terlihat kuat, ketiganya tetap memutuskan untuk menyeberang.

Dalam upaya menyeberang, posisi mereka diatur berurutan. Yasin berada di depan, diikuti Sumitra, sementara Akbar berada di belakang.

Ketiganya menyeberang sambil saling berpegangan tangan. Masalah muncul ketika mereka sudah berada di tengah sungai. Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya karena tidak mampu menahan derasnya arus.

Mendengar teriakan itu, Sumitra melepaskan pegangan tangannya dari Yasin untuk menolong anaknya.

Namun, arus sungai yang deras tidak mampu dibendung. Akibatnya, ketiganya terpisah dan terseret arus Sungai Motoduto. Dalam kondisi kritis, Yasin masih sempat menyelamatkan diri dengan memegang batang kayu di pinggiran sungai.

“Yasin berhasil selamat karena sempat berpegangan pada batang kayu di tepi sungai,” terang Wawan.

Yasin kemudian naik ke daratan, sementara Sumitra dan Akbar sudah tidak terlihat lagi terbawa arus.

Keterangan Yasin menguatkan bahwa saat di tengah sungai, pegangan mereka terlepas dan arus deras langsung menyeret Sumitra serta Akbar menjauh.

Usai kejadian, personel Polsek Boliyohuto bersama Koramil dan Pemerintah Kecamatan Boliyohuto, dibantu masyarakat setempat, langsung melakukan pencarian.

Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita dan segera bergabung dalam operasi SAR.

Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat, dengan menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga Sungai Besar Paguyaman.

Dalam penelusuran, tim menemukan dua potong pakaian yang diduga milik korban. Celana jin berwarna biru diketahui milik Akbar, sedangkan kemeja cokelat milik Sumitra.

Namun hingga pukul 21.30 Wita, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved