Warga Gorontalo Hanyut
Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Tim SAR Gorontalo Sisir Area Laut
Tim SAR gabungan Gorontalo kembali melanjutkan pencarian terhadap ibu dan anak yang hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Tim-SAR-Gorontalo-mencari-korban-hanyut-Sungai-Paguyaman.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Tim SAR gabungan Gorontalo kembali melanjutkan pencarian terhadap ibu dan anak yang hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Operasi hari kelima ini difokuskan hingga ke tengah laut, menyusul derasnya arus yang berpotensi menyeret korban keluar dari jalur sungai.
Penyisiran dilakukan sejak pagi hingga sore, dengan memperluas area pencarian dari muara sungai ke arah laut bagian timur.
Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidu, menegaskan bahwa hasil pencarian hari ini masih nihil.
“Belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Halidin menjelaskan, pencarian dilakukan sesuai prosedur hingga pukul 17.00 Wita. Dalam pelaksanaannya, tim SAR menyesuaikan strategi dengan kondisi arus di lapangan.
Arus deras membuat tim harus keluar lebih jauh ke tengah laut.
“Situasi arus memaksa kami menyisir lebih ke luar,” tambahnya.
Basarnas Gorontalo tetap mengerahkan kekuatan penuh seperti hari sebelumnya. Pencarian dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
- SRU 1 menggunakan perahu karet menyusuri Sungai Paguyaman sejauh 17 kilometer.
- SRU 2 menyisir bantaran sungai sejauh 7 kilometer.
- SRU 3 melaksanakan pencarian dengan Rubber Boat (RBB) hingga 10 nautical mile di laut.
Selain Basarnas, operasi melibatkan unsur TNI, Polri, Polair, Brimob, dan relawan.
Total personel yang terlibat mencapai hampir 50 orang. Meski hasil masih nihil, tim SAR berkomitmen melanjutkan pencarian.
“Kami tetap berupaya maksimal karena keluarga berharap korban ditemukan,” kata Halidin.
Diketahui, korban adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya Akbar Diangi (9).
Keduanya dilaporkan hanyut sejak Sabtu (3/1/2026) di Sungai Motoduto. Hingga kini, operasi pencarian sudah memasuki hari kelima.
Baca juga: Buang Sampah Sembarangan di Kota Gorontalo Bisa Kena Denda Rp10 Juta dan Kurungan 6 Bulan
Sosok Korban
Sumitra dikenal sebagai sosok pendiam dan penuh kepedulian.