Rabu, 25 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Tim SAR Gorontalo Sisir Area Laut

Tim SAR gabungan Gorontalo kembali melanjutkan pencarian terhadap ibu dan anak yang hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pencarian Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Tim SAR Gorontalo Sisir Area Laut
TribunGorontalo.com
KORBAN HANYUT -- Potret Tim SAR Gorontalo mencari korban hanyut. Pencarian korban hanyut ibu dan anak di Sungai Paguyaman, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, diperluas hingga tengah laut. 

Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, menyebut korban dekat dengan warga sekitar.

“Mereka tinggal di belakang rumah saya. Orangnya baik,” ujarnya.

Sumitra sering membantu warga tanpa diminta. Ia bahkan kerap menyerahkan hasil panen pisang kepada tetangga. Selain itu, korban aktif dalam kegiatan sosial desa.

“Kalau ada pesta, dia sering bantu di dapur,” kenang Djafar.

Insiden hanyut terjadi saat korban memanen jagung. Arus deras menyeret mereka dari Sungai Motoduto ke Sungai Paguyaman.

Kenangan Keluarga

Kenangan terakhir Sumitra Isini (26) sebelum hilang di Sungai Paguyaman, Gorontalo, masih membekas kuat di hati keluarga.

Sehari sebelum tragedi, ia sempat melakukan panggilan video dengan kerabat di Desa Ambara, memperlihatkan kondisi neneknya, sekaligus menyampaikan rencana panen jagung. Percakapan singkat itu kini menjadi memori terakhir yang tersisa.

Sumitra hanyut bersama anaknya, Akbar Diangi (9), saat menyeberangi muara di Sungai Paguyaman. Ia dikenal sebagai ibu rumah tangga yang pendiam, penuh kepedulian, dan dekat dengan lingkungan sekitar.

Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, menyebut Sumitra dan anaknya berasal dari Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo.

Meski berstatus pendatang, mereka telah lama menetap di Motoduto karena memiliki lahan jagung di sana. Djafar menuturkan, rumah korban berada tepat di belakang rumahnya sehingga ia mengenal Sumitra secara pribadi.

“Korban ini orang baik,” kata Djafar singkat, mengenang sosok yang kerap membantu tanpa diminta.

Salah satu kenangan yang melekat, Sumitra sering memanen pisang milik Djafar lalu menyerahkannya langsung ke rumah.

Ia juga aktif membantu warga saat ada pesta, terutama di dapur, hingga acara selesai. Kehadirannya membuat warga merasa dekat, meski ia bukan asli warga Motoduto.

“Kalau ada kegiatan sosial, dia selalu ikut,” tambah Djafar.

Baca juga: Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam

Kronologi Kejadian

Menurut Polres Gorontalo, insiden terjadi Sabtu sore.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved