Warga Gorontalo Hanyut
Kenangan Terakhir Sumitra sebelum Hilang di Sungai Paguyaman Gorontalo, Sempat Video Call
Kenangan terakhir Sumitra Isini (26) sebelum hilang di Sungai Paguyaman, Gorontalo, masih membekas kuat di hati keluarga.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Sumitra-Isini-dan-warga-bersama-polisi-saat-mencari-orang-hanyut.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sehari sebelum hanyut, Sumitra sempat melakukan video call dengan keluarga di Desa Ambara
- Sumitra dikenal pendiam, baik hati, dan aktif membantu warga sekitar meski berstatus pendatang
- Saat menyeberangi Sungai Motoduto bersama anaknya Akbar, arus deras memisahkan mereka
TRIBUNGORONTALO.COM – Kenangan terakhir Sumitra Isini (26) sebelum hilang di Sungai Paguyaman, Gorontalo, masih membekas kuat di hati keluarga.
Sehari sebelum tragedi, ia sempat melakukan panggilan video dengan kerabat di Desa Ambara, memperlihatkan kondisi neneknya, sekaligus menyampaikan rencana panen jagung. Percakapan singkat itu kini menjadi memori terakhir yang tersisa.
Sumitra hanyut bersama anaknya, Akbar Diangi (9), saat menyeberangi muara di Sungai Paguyaman. Ia dikenal sebagai ibu rumah tangga yang pendiam, penuh kepedulian, dan dekat dengan lingkungan sekitar.
Kepala Desa Motoduto, Djafar Ujaili, menyebut Sumitra dan anaknya berasal dari Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo.
Meski berstatus pendatang, mereka telah lama menetap di Motoduto karena memiliki lahan jagung di sana. Djafar menuturkan, rumah korban berada tepat di belakang rumahnya sehingga ia mengenal Sumitra secara pribadi.
“Korban ini orang baik,” kata Djafar singkat, mengenang sosok yang kerap membantu tanpa diminta.
Salah satu kenangan yang melekat, Sumitra sering memanen pisang milik Djafar lalu menyerahkannya langsung ke rumah.
Ia juga aktif membantu warga saat ada pesta, terutama di dapur, hingga acara selesai. Kehadirannya membuat warga merasa dekat, meski ia bukan asli warga Motoduto.
“Kalau ada kegiatan sosial, dia selalu ikut,” tambah Djafar.
Baca juga: Sosok Sumitra Isini Korban Hanyut di Gorontalo, Dikenal Baik dan Pendiam
Kenangan dari Keluarga
Tante korban, Asna Diangi (43), menyebut Sumitra sebagai sosok pendiam yang hanya berbicara bila diajak. Menurut Asna, Sumitra sempat melakukan video call sehari sebelum kejadian.
Dalam panggilan itu, ia memperlihatkan kondisi neneknya di Ambara. Sumitra juga menyampaikan rencana panen jagung bersama keluarga.
“Masih sempat VC lihat kondisi Oma,” kenang Asna.
Ucapan itu kini menjadi pengingat terakhir sebelum Sumitra hilang terbawa arus. Keluarga berharap pencarian segera membuahkan hasil.
“Semoga korban dan anaknya segera ditemukan,” harap Asna penuh doa.