Warga Gorontalo Hanyut
Hari Kelima Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Paguyaman, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Laut
Upaya pencarian terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan oleh tim SAR
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ORANGHANYUT-Tim-SAR-menyisir-perairan-untuk-mencari-orang-hilang.jpg)
Ringkasan Berita:
- Operasi pencarian ibu dan anak yang hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, memasuki hari kelima dengan memperluas area hingga ke laut.
- Perluasan dilakukan karena derasnya arus sungai yang berpotensi menyeret korban keluar dari aliran utama.
- Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan kedua korban dan memastikan pencarian akan terus dilanjutkan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Upaya pencarian terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (8/1/2026).
Memasuki hari kelima operasi, jangkauan pencarian tidak lagi terbatas di aliran sungai, tetapi diperluas hingga ke wilayah laut.
Perluasan area pencarian dilakukan setelah tim mempertimbangkan karakter arus Sungai Paguyaman yang deras dan berpotensi menyeret korban keluar dari jalur sungai menuju muara.
Sejak pagi hari, personel SAR telah disebar ke sejumlah titik, mulai dari aliran sungai, kawasan muara, hingga perairan laut di sekitar wilayah tersebut.
Baca juga: Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global
Penyisiran difokuskan ke arah timur dari muara Sungai Paguyaman. Penentuan arah pencarian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi arus yang masih aktif bergerak, baik di sungai maupun di laut.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, menyampaikan bahwa hingga sore hari, pencarian belum menghasilkan temuan.
Tim telah bekerja sejak pagi dengan berbagai metode, namun tanda keberadaan korban belum ditemukan.
Menurut Halidin, operasi pencarian dilaksanakan sesuai standar prosedur hingga pukul 17.00 Wita.
Selama proses berlangsung, strategi di lapangan terus disesuaikan dengan dinamika arus sungai dan laut yang masih tergolong kuat.
Ia menjelaskan bahwa kondisi arus menjadi faktor utama yang mendorong perluasan area pencarian.
Baca juga: Trump Tarik AS dari 66 Lembaga PBB, Langkah Mundur Terbesar dari Kerja Sama Global
Dengan arus yang masih deras, kemungkinan korban terbawa hingga ke laut tetap menjadi perhatian tim SAR.
Pada hari kelima ini, Basarnas Gorontalo mengerahkan kekuatan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.
Operasi pencarian dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau area yang lebih luas dan beragam.
SRU pertama bertugas menyusuri Sungai Paguyaman menggunakan perahu karet, dimulai dari kawasan jembatan hingga mendekati muara.