Warga Gorontalo Hanyut
Hari Kelima Pencarian Ibu dan Anak Hanyut di Paguyaman, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Laut
Upaya pencarian terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman, Kabupaten Gorontalo, kembali dilanjutkan oleh tim SAR
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ORANGHANYUT-Tim-SAR-menyisir-perairan-untuk-mencari-orang-hilang.jpg)
SRU kedua melakukan penyisiran darat dengan menyusuri bantaran sungai di sisi kiri dan kanan aliran.
Sementara itu, SRU ketiga difokuskan pada pencarian di laut. Tim menggunakan Rubber Boat Basarnas serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari unsur terkait untuk menyisir perairan luar muara, mengikuti arah arus yang memungkinkan korban terbawa ke laut.
Dalam operasi ini, Basarnas tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur terlibat, di antaranya TNI, Polri, Polair, Brimob, serta para relawan.
Total personel yang dikerahkan hampir mencapai 50 orang.
Dari sisi cuaca, kondisi lapangan dinilai masih mendukung pelaksanaan pencarian.
Hujan sempat turun dalam bentuk gerimis, namun hanya berlangsung singkat dan tidak menghambat operasi secara signifikan.
Meski hingga hari kelima belum ada hasil, tim SAR memastikan pencarian tidak dihentikan.
Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menentukan pola dan perluasan area pencarian, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel.
Halidin menegaskan bahwa upaya maksimal terus dilakukan. Harapan keluarga korban menjadi salah satu pertimbangan utama bagi tim SAR untuk tetap melanjutkan operasi selama kondisi memungkinkan.
Korban dalam peristiwa ini diketahui bernama Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9). Keduanya dilaporkan hanyut sejak Sabtu (3/1/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika Sumitra, anaknya, dan seorang kerabat berusaha menyeberangi Sungai Paguyaman.
Ketiganya sempat berpegangan tangan saat berada di tengah sungai, namun derasnya arus memisahkan mereka.
Akbar disebut sempat berteriak memanggil ibunya.
Dalam upaya menolong sang anak, Sumitra melepaskan pegangan tangan.
Namun arus yang kuat justru menyeret ibu dan anak tersebut.