Senin, 9 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Pakar Lingkungan UNG Prof Sukirman Rahim Ungkap Penyebab TPA Talumelito Akan Penuh 1-2 Tahun

Guru Besar UNG Prof Dr Sukirman Rahim, SPd, MSi mengatakan tempat pembuangan akhir (TPA) Talumelito akan penuh

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Pakar Lingkungan UNG Prof Sukirman Rahim Ungkap Penyebab TPA Talumelito Akan Penuh 1-2 Tahun
HMS
KONDISI TPA - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat meninjau TPA Talumelito, Kabupaten Gorontalo pada Juni 2025. Pakar lingkungan UNG menyebut TPA regional ini akan penuh dalam 1-2 tahun 
Ringkasan Berita:
  • Pakar Lingkungan Sebut  TPA Talumelito akan penuh dalam 1-2 tahun ke depan
  • Tempat pemrosesan sementara di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang tidak beraktivitas sesuai harapan.
  • Pemerintah provinsi akan berusaha meningkatkan kapasitas TPA Talumelito

TRIBUNGORONTALO.COM - Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof Dr Sukirman Rahim, SPd, MSi mengatakan tempat pembuangan akhir (TPA) Talumelito akan penuh dalam 1-2 tahun ke depan.

Hal ini diungkap pakar ekologi Lingkungan dan Ilmu Lingkungan dalam Refleksi ekonomi 2025 pada 29 Desember 2025.

Kata Prof Sukirman, kapasitas TPA regional Talumelito hampir mencapai ambang batas kapasitas.

“Bahkan terdapat sel yang dibangun dengan estimasi kapasitas hingga 7 tahun ke depan, saat ini terancam hanya berumur 1-2 tahun ke depan akan segera penuh akibat timbulan sampah yang cukup besar dari aktivitas masyarakat di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango,” ungkapnya

Guru Besar UNG Prof Dr Sukirman Rahim 999999
DISKUSI MASALAH SAMPAH - Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof Dr Sukirman Rahim saat menjadi pemateri  dalam Refleksi ekonomi 2025 pada 29 Desember 2025.

Sukirman mengatakan selain timbulan sampah yang cukup besar, maka pendeknya umur kapasitas TPA regional dipengaruhi oleh tempat pemrosesan sementara (TPST) 3R yang ada di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang tidak beraktivitas sesuai harapan.

"Akibatnya tidak ada pemilahan dan pemrosesan sampah sebelumnya dari lokasi kabupaten/kota, sehingga mempengaruhi laju penuhnya kapasitas sel TPA Regional," jelasnya

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Dr Wahyudin Katili mengatakan pertambahan penduduk, kemajuan ekonomi dan meningkatnya aktivitas sebenarnya berdampak pada meningkatnya angka timbulan sampah.

“Itu sudah menjadi konsekuensi dari kemajuan pembangunan, tapi hendaknya kolaborasi penanganan harus ada," katanya.

Katanya, pemerintah provinsi akan berusaha meningkatkan kapasitas TPA Talumelito, tapi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo dan lebih khusus lagi di Kota Gorontalo harus melakukan proses pemrosesan dan pemilahan awal di TPST 3R.

"Langkah tersebut juga akan membentuk kemandirian masyarakat serta pemberdayaan dan optimalisasi daur ulang sampah” ungkapnya. (***/Pemprov)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved