Minggu, 15 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Pengorbanan Sumitra, Niat Selamatkan Anak Malah Ikut Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo

Sumitra (26), warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, hanyut bersama putranya, Akbar Diangi (9), di Sungai Paguyaman

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pengorbanan Sumitra, Niat Selamatkan Anak Malah Ikut Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
Istimewa
PENGORBANAN IBU -- Potret pihak kepolisian dan warga mencari keberadaan korban hanyut di Sungai Paguyaman. Pengorbanan Sumitra menyelamatkan anaknya diceritakan oleh korban selamat kepada polisi. 

Ringkasan Berita:
  • Sumitra rela melepaskan pegangan demi meraih anaknya yang kesulitan melawan derasnya arus
  • Yasin berhasil selamat dengan berpegangan pada batang kayu
  • Pengorbanan Sumitra ini diceritakan langsung oleh Yasin Isini

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sumitra (26), warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, hanyut bersama putranya, Akbar Diangi (9), di Sungai Paguyaman, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Sabtu (3/1/2026). 

Ia rela melepaskan pegangan demi meraih anaknya yang kesulitan melawan derasnya arus, meski akhirnya ikut terseret.

Peristiwa memilukan itu terjadi ketika Sumitra bersama anaknya dan seorang kerabat, Yasin Isini (50), hendak menyeberangi sungai sepulang dari kebun jagung.

Kondisi sungai saat itu sedang meluap. Arus deras membuat warga sekitar khawatir, bahkan seorang saksi sempat menyarankan agar mereka menyeberang lebih awal sebelum air semakin tinggi.

Meski mendapat peringatan, rombongan tetap berusaha menyeberang dengan saling berpegangan tangan. Yasin berada di depan, Sumitra di tengah, dan Akbar di belakang.

Langkah mereka semula terlihat hati-hati. Namun di tengah perjalanan, Akbar mulai kesulitan. Bocah itu berteriak memanggil ibunya, meminta pertolongan.

Mendengar jeritan anaknya, Sumitra spontan melepaskan pegangan dari Yasin demi meraih tangan Akbar.

Tindakan penuh kasih itu justru membuat keduanya kehilangan keseimbangan. Arus deras langsung menyeret Sumitra dan Akbar menjauh.

Yasin sempat berusaha menolong, namun hanya dirinya yang berhasil selamat setelah berpegangan pada batang kayu di tepi sungai.

Sementara Sumitra dan Akbar hilang terbawa arus, meninggalkan kepedihan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima Polsek Boliyohuto sekitar pukul 15.00 Wita.

“Yasin berhasil selamat karena sempat berpegangan pada batang kayu di tepi sungai,” terang Wawan.

Tim gabungan dari Polsek, Koramil, dan pemerintah kecamatan segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Malam harinya, Basarnas Gorontalo bergabung dalam operasi SAR. Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved