Berita Internasional
Presiden Amerika Trump Ngaku Diminta Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tapi Ditolaknya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan yang menuai perhatian saat menghadiri acara penggalangan dana di Washington DC.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-AS-Donald-Trump-saat-diwawanarai-di-Bandara.jpg)
Dalam pidatonya, Trump juga menyinggung konflik di kawasan Asia Barat.
Ia mengklaim telah melakukan langkah yang menurutnya seharusnya sudah dilakukan oleh para presiden sebelumnya, namun tidak pernah terealisasi.
“Ketika saya melakukan sesuatu yang selama 47 tahun seharusnya dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya, dan Anda mendengar banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka berharap melakukannya, tetapi mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.”
Ia juga menyampaikan bahwa serangan terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan ancaman terkait senjata nuklir.
“Kami telah menghilangkannya. Sekarang kami akan menyelesaikannya sepenuhnya,” tambahnya.
Sementara itu, posisi pemimpin tertinggi Iran saat ini dipegang oleh Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya setelah peristiwa pembunuhan di awal konflik.
Sejumlah pihak menyoroti kondisi kesehatan dan keamanannya, mengingat ia jarang muncul di hadapan publik.
Meski tidak tampil secara langsung, ia tetap menyampaikan pesan dalam perayaan Idul Fitri dan Nowruz melalui pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi nasional Iran.(*)