Berita Internasional
Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan
Ketegangan di Timur Tengah, khususnya di Iran dan Arab Saudi, memicu kekhawatiran krisis energi global akibat terganggu pasokan minyak di Selat Hormuz
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/110722-unjuk-rasa-sri-lanka.jpg)
Sri Lanka berupaya menghindari terulangnya krisis ekonomi tahun 2022, yang menyebabkan antrean panjang BBM, pemadaman listrik, hingga gelombang protes besar.
Sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, gangguan di Selat Hormuz dapat memberikan dampak besar secara global.
Negara Asia Ikut Beradaptasi
Langkah Sri Lanka bukan satu-satunya. Sejumlah negara Asia juga mulai mengambil kebijakan unik untuk menghemat energi.
Thailand mendorong penggunaan pakaian ringan guna mengurangi penggunaan AC, sementara Myanmar menerapkan aturan berkendara ganjil-genap.
Bangladesh memberlakukan pemadaman listrik bergilir dan penyesuaian hari libur, sedangkan Filipina dan Vietnam mendorong kerja jarak jauh, penggunaan transportasi umum, serta pembatasan perjalanan.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa krisis energi global kini mulai memaksa banyak negara beradaptasi dengan cara-cara yang tidak biasa. (*)