Update Geopolitik
Iran Blok Jalur Perdagangan Minyak Dunia, Kapala-kapal Terpaksa Memutar hingga Harga Melonjak
Pasar keuangan global diguncang lonjakan tajam harga minyak dunia menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MINYAK-DUNIA-Terpantau-titik-titik-kepal-tengker-pengangkut-minyak-yang-dipasok-ke-seluruh-dunia.jpg)
Ancaman ke Inflasi dan Suku Bunga
Lonjakan harga energi datang di saat banyak pihak memperkirakan inflasi Inggris akan turun tajam pada April. Namun, jika harga minyak dan gas bertahan tinggi, proyeksi tersebut bisa berubah.
Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan peluang 75 persen bahwa Bank of England akan memangkas suku bunga menjadi 3,5 persen dalam pertemuan berikutnya, dengan kemungkinan turun lagi ke 3,25 persen pada September.
Kini, ekspektasi itu mulai goyah. Jika inflasi kembali menguat, pemangkasan suku bunga bisa tertunda, yang berarti bunga kredit dan cicilan rumah berpotensi tetap tinggi lebih lama.
Riset International Monetary Fund menunjukkan kenaikan 10 persen harga minyak global rata-rata dapat menambah 0,4 poin persentase terhadap inflasi domestik.
Artinya, gejolak energi saat ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa, tetapi berpotensi berdampak luas ke ekonomi rumah tangga.
Meski beberapa negara produsen minyak berkomitmen meningkatkan produksi untuk menstabilkan pasar, investor tetap waspada.
Jika gangguan pasokan berlanjut, dunia bisa kembali menghadapi tekanan inflasi berbasis energi, tepat saat banyak negara berharap memasuki fase pemulihan ekonomi.
(*)
| Usai Serang Iran, Hubungan Amerika dan Negara Eropa Malah Retak? Trump Kecewa ke Inggris! |
|
|---|
| Siapa Ali Larijani? Politikus Senior yang Disebut Berpeluang Kendalikan Iran |
|
|---|
| Apa yang Akan Terjadi Jika Amerika Serikat Benar-benar Menyerang Iran? |
|
|---|
| Iran dan AS Akui Sedang Berunding, Armada Perang AS Siaga di Perairan Teheran |
|
|---|