Berita Internasional
WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional
Pemerintah Rusia resmi memblokir secara penuh aplikasi pesan WhatsApp milik Meta Platforms karena dinilai tidak mematuhi hukum lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/APLIKASI-MAX-aplikasi-pengganti-Whatsapp.jpg)
Seiring pemblokiran tersebut, beberapa domain yang terkait dengan WhatsApp dilaporkan hilang dari daftar nasional domain Rusia.
Hal ini menyebabkan perangkat di dalam wilayah Rusia tidak lagi menerima alamat IP dari aplikasi tersebut, sehingga WhatsApp hanya dapat diakses menggunakan jaringan virtual private network (VPN).
Sementara itu, Roskomnadzor selaku regulator komunikasi negara Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar atas kebijakan tersebut.
Pembatasan WhatsApp Berlangsung Bertahap
Otoritas Rusia sebelumnya juga telah memblokir atau membatasi sejumlah platform media sosial asing seperti Snapchat, Facebook, Instagram, dan YouTube.
Dalam waktu yang sama, pemerintah terus mendorong penggunaan aplikasi MAX yang, menurut kritik sejumlah pihak, berpotensi digunakan untuk melacak aktivitas pengguna.
Pemerintah Rusia menolak tuduhan tersebut dan menyatakan MAX dirancang untuk mempermudah kehidupan masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu aplikasi.
Roskomnadzor pertama kali mulai membatasi WhatsApp dan layanan pesan lainnya pada Agustus lalu.
Pembatasan itu membuat pengguna tidak lagi dapat melakukan panggilan telepon melalui aplikasi, setelah pemerintah menuduh platform asing tidak bersedia membagikan informasi kepada aparat penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme.
Pada Desember, regulator tersebut mengumumkan langkah tambahan untuk secara bertahap memperketat pembatasan terhadap WhatsApp.
Pemerintah menuduh aplikasi itu terus melanggar hukum Rusia serta digunakan untuk “mengorganisasi dan melaksanakan aksi teror di wilayah negara, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lainnya”.
Pengadilan Rusia juga telah berulang kali menjatuhkan denda kepada WhatsApp karena dianggap gagal menghapus konten yang dilarang.
Pemerintah Rusia juga menuntut Meta memiliki kantor perwakilan resmi di Rusia agar dapat mematuhi regulasi, sesuatu yang hingga kini belum dipenuhi perusahaan tersebut.
Sejak Desember, banyak warga Rusia hanya dapat menggunakan WhatsApp melalui VPN dan mulai beralih ke aplikasi pesan pesaing.
Namun, beberapa layanan lain seperti Telegram juga dilaporkan menghadapi tekanan serupa dari otoritas Rusia.