Berita Internasional
Demi Palestina! Rusia Rela Gelontorkan 1 Miliar Dolar untuk Dewan Perdamaian Besutan Trump
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menyatakan akan membahas kemungkinan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Board of Peace
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-Yoonhap.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya membahas penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.
- Putin bahkan menawarkan dana sebesar 1 miliar dolar AS yang disebut akan difokuskan untuk membantu rakyat Palestina dan rekonstruksi Jalur Gaza.
- Sementara itu, inisiatif Board of Peace menuai sorotan setelah Ukraina mempertanyakan kemungkinan duduk bersama Rusia dan Belarus dalam satu forum.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menyatakan akan membahas kemungkinan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pembahasan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam pertemuan dengan utusan AS di Moskow pada hari yang sama.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat menerima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Kremlin, menjelang pertemuannya dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner.
“Kami siap mengarahkan dana sebesar 1 miliar dolar AS ke struktur baru ini,” ujar Putin, merujuk pada Board of Peace.
“Terutama untuk mendukung rakyat Palestina dan mengarahkan dana tersebut bagi rekonstruksi Jalur Gaza, serta secara umum untuk penyelesaian persoalan Palestina.”
Putin menambahkan bahwa isu aset Rusia yang dibekukan sudah pernah dibahas dengan pihak Amerika Serikat.
Ia menegaskan, pendekatan Rusia terhadap isu Palestina dan penyelesaian konflik Timur Tengah bersifat “prinsipil, bukan oportunistis.”
Sebelumnya pada hari yang sama, Steve Witkoff menyampaikan dalam sebuah acara Ukraina di Davos bahwa “banyak kemajuan” telah dicapai dalam perundingan damai Rusia-Ukraina.
Menurutnya, negosiasi kini tinggal menyisakan satu isu utama.
Pekan lalu, Gedung Putih secara resmi mengumumkan pembentukan Board of Peace, sebuah badan internasional yang bertujuan mendorong resolusi konflik global.
Puluhan negara disebut telah diundang untuk bergabung, dengan skema bahwa negara yang membayar kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS dapat memperoleh kursi permanen di dalam dewan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengonfirmasi awal pekan ini bahwa negaranya turut menerima undangan untuk bergabung.
Namun, ia mempertanyakan bagaimana Ukraina dapat duduk dalam satu forum bersama Rusia dan Belarus, mengingat konflik yang masih berlangsung.(*)
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|
| Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan |
|
|---|
| Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon |
|
|---|
| Kongres Amerika Siapkan 10 Pertanyaan “Interogasi” untuk Presiden Trump Terkait Perang Iran |
|
|---|