Berita Internasional
Trump Pamer “Board of Peace” di Davos, Klaim Jadi Pendamai Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DONALD-Donald-Trump-meluncurkan-Board-of-Peace-di-Davos.jpg)
Ringkasan Berita:
- Donald Trump meluncurkan “Board of Peace” di Davos sambil bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, menguatkan klaimnya sebagai tokoh pendamai dunia.
- Dewan kontroversial bernilai US$1 miliar itu mengundang pemimpin besar seperti Vladimir Putin, namun memicu skeptisisme sekutu AS.
- Di saat yang sama, Trump mundur dari ancaman terhadap Greenland dan membatalkan tarif Eropa demi meredakan ketegangan global.
TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Kamis (waktu setempat), dengan memamerkan inisiatif barunya bernama “Board of Peace” sekaligus menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Langkah ini memperkuat klaim Trump sebagai tokoh pendamai, sehari setelah ia mundur dari ancamannya terkait Greenland.
Trump secara mengejutkan mengumumkan pada Rabu bahwa ia membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap Eropa dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland dari Denmark.
Keputusan ini dinilai meredakan ketegangan yang sempat mengguncang pertemuan para elite global di Davos.
Memasuki hari kedua kunjungannya di resor ski Swiss tersebut, Trump mempromosikan Board of Peace, sebuah badan kontroversial yang diklaim bertujuan menyelesaikan konflik internasional.
Baca juga: Dari Meja Makan, Adhan Dambea Buka-bukaan Harta Kekayaan untuk LHKPN
Peluncuran resmi ditandai dengan penandatanganan piagam organisasi, dengan biaya keanggotaan permanen mencapai US$1 miliar.
Trump mengundang sejumlah pemimpin dunia untuk bergabung, di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.
“Menurut saya ini adalah dewan terbesar yang pernah dibentuk,” ujar Trump saat bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, salah satu tokoh yang telah menyatakan bergabung.
Peluncuran dewan ini juga tak lepas dari kekecewaan Trump yang gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian, meski ia mengklaim telah mengakhiri delapan konflik internasional, klaim yang masih diperdebatkan banyak pihak.
Awalnya, Board of Peace dirancang untuk mengawasi rekonstruksi Gaza pascaperang Israel.
Namun, piagamnya tidak membatasi peran hanya di wilayah Palestina, sehingga memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin menjadikannya tandingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejumlah sekutu utama AS seperti Prancis dan Inggris menyatakan skeptisisme.
Meski begitu, dukungan mengalir terutama dari Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menyebut sekitar 35 pemimpin dunia telah berkomitmen dari sekitar 50 undangan yang dikirim.
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|