Super Topan Ragasa

Bendungan Alam di Taiwan Jebol, 14 Tewas dan 152 Orang Hilang Usai Super Topan Ragasa

Sedikitnya 14 orang tewas setelah sebuah bendungan alami berusia puluhan tahun di Taiwan jebol akibat hantaman Super Topan Ragasa,

|
Editor: Wawan Akuba
Source: RAMMB/CIRA
TOPAN -- Pecitraan Super Topan Ragasa berdasarkan gambar satelit. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sedikitnya 14 orang tewas setelah sebuah bendungan alami berusia puluhan tahun di Taiwan jebol akibat hantaman Super Topan Ragasa, demikian disampaikan pejabat pemerintah pada Rabu (24/9/2025).

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Hualien, Taiwan timur, ketika serangkaian longsor yang sejak lama membentuk bendungan alam tak lagi mampu menahan derasnya hujan badai.

Dinding alami itu runtuh pada Selasa (23/9/2025), meluluhlantakkan sebuah jembatan, menyapu sebuah kota, dan meninggalkan jejak lumpur serta endapan tebal.

“Itu seperti gunung meletus… air banjir berlumpur langsung menerjang lantai pertama rumah saya,” kata Hsu Cheng-hsiung (55), seorang ketua lingkungan di Kecamatan Kuang Fu.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Hualien, Lee Kuan-ting, memastikan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 18 lainnya luka-luka.

Perdana Menteri Cho Jung-tai langsung meninjau lokasi pada Rabu. Ia berjanji akan memberikan bantuan bagi warga terdampak.

“Terkait 14 korban jiwa, kita harus mencari tahu mengapa perintah evakuasi tidak dijalankan di daerah terdampak sehingga tragedi ini terjadi,” ujarnya.

“Kami masih memiliki lebih dari seratus orang yang hilang, dan ini adalah kekhawatiran terbesar kami saat ini.”

Menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan (NFA), setidaknya 152 orang masih hilang di Hualien dan wilayah lain.

Seorang warga lokal, Yen Shau (31), menggambarkan situasi itu seperti adegan film bencana.

“Satu jam sebelum bendungan jebol, banyak orang masih berada di supermarket dan toko kelontong. Dalam hitungan menit, air sudah naik hingga setengah lantai pertama,” ungkapnya.

Yen mengaku tidak bisa tidur sepanjang malam karena takut terjadi banjir susulan. Pada Rabu, ia tampak membersihkan rumahnya yang dipenuhi lumpur.

“Lumpurnya terlalu tebal, terlalu dalam untuk digali,” katanya.

Rekaman yang dirilis NFA memperlihatkan jalan-jalan berubah menjadi sungai, mobil-mobil terendam hingga separuh badan, serta pepohonan tercerabut.

Di seluruh Taiwan, lebih dari 7.600 orang telah dievakuasi akibat terjangan Super Topan Ragasa. Negara pulau itu memang kerap dilanda badai tropis antara Juli hingga Oktober.

Sebelumnya, Topan Danas yang menghantam Taiwan pada awal Juli 2025 menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya setelah menurunkan curah hujan lebih dari 50 sentimeter di wilayah selatan hanya dalam waktu satu akhir pekan. (*)

Artikel ini disadur dari thepeninsulaqatar berjudul 14 killed, 152 missing in Taiwan after barrier lake burst

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 22 Februari 2026 (4 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:20
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved