Super Topan Ragasa
Topan Super Ragasa Terjang Hong Kong, Taiwan, dan Filipina: Puluhan Tewas, Jutaan Mengungsi
Salah satu topan terkuat dalam beberapa tahun terakhir, Topan Super Ragasa, mengguncang kawasan Asia Timur dan Tenggara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TOPAN-Para-warga-menyaksikan-ombak-yang-menerjang-gara-gara-topan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu topan terkuat dalam beberapa tahun terakhir, Topan Super Ragasa, mengguncang kawasan Asia Timur dan Tenggara.
Topan ini menimbulkan kehancuran mematikan di Taiwan serta Filipina, sebelum melumpuhkan aktivitas di Hong Kong dan pesisir selatan Tiongkok.
Di Hong Kong, gelombang setinggi tiang lampu menghantam jalur pejalan kaki di sepanjang promenade.
Aktivitas kota pun lumpuh sejak dini hari akibat hembusan angin kencang Ragasa yang membangunkan warga.
Banyak warga membagikan pengalaman mencekam di media sosial, mulai dari kipas ventilasi dapur yang terlepas hingga derek raksasa yang bergoyang diterpa badai.
Bagian atap jembatan penyeberangan hancur diterbangkan angin, ratusan pohon tumbang, sementara sebuah kapal menabrak daratan hingga memecahkan pagar kaca di tepi laut.
Jalur sepeda, taman bermain, hingga area restoran di sepanjang sungai dan pantai terendam banjir.
Furnitur berantakan tersapu angin kencang. Lebih dari 60 orang terluka harus dilarikan ke rumah sakit.
Sebuah video viral menunjukkan air laut menerobos masuk ke dalam sebuah hotel, merendam lobi, dan merusak bagian eksterior.
Para staf tampak sibuk membersihkan genangan lumpur.
Guangdong Evakuasi 1,9 Juta Jiwa
Di provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pusat ekonomi terbesar negara itu, pemerintah setempat mengevakuasi hampir 1,9 juta penduduk.
Badan meteorologi nasional memprediksi Ragasa akan mendarat di antara kota Yangjiang dan Zhanjiang pada malam hari.
Sekolah, pabrik, dan layanan transportasi ditutup di belasan kota. Hong Kong dan Makau ikut menutup sekolah serta membatalkan penerbangan, sementara ratusan warga mengungsi ke pusat penampungan darurat.
Di Makau, jalanan berubah menjadi sungai dengan puing-puing mengapung. Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.