Jumat, 13 Maret 2026

Berita Internasional

150 Negara Dukung Palestina, Netanyahu Panas Dingin Tertekan, Donald Trump Terpojok

Dukungan global terhadap pengakuan Negara Palestina semakin meluas. Hingga kini, sekitar 150 dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 150 Negara Dukung Palestina, Netanyahu Panas Dingin Tertekan, Donald Trump Terpojok
TribunGorontalo.com
SIDANG PBB -- Ilustrasi sidang PBB dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dukungan global terhadap pengakuan Negara Palestina semakin meluas. Hingga kini, sekitar 150 dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan pengakuannya.

Gelombang terbaru datang dari empat negara Barat berpengaruh: Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, yang memutuskan bergabung dengan mayoritas dunia mendukung Palestina sebagai negara berdaulat.

Langkah keempat negara tersebut menjadi titik balik besar, sebab sebelumnya negara-negara Barat cenderung berhati-hati dalam isu Palestina.

Pengakuan ini segera diikuti oleh Prancis, Luksemburg, San Marino, Belgia, Andorra, dan Malta.

Baca juga: Sosok dan Harta Kekayaan Anggito Abimayu, Ketua DK LPS Baru

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan, pengakuan itu tidak bisa ditunda lagi di tengah krisis kemanusiaan di Gaza.

London menyebut pengakuan dilakukan berdasarkan garis perbatasan 1967 dengan pertukaran wilayah yang setara, yang akan difinalisasi lewat negosiasi lanjutan.

Kanada juga menegaskan pengakuannya dalam percakapan telepon antara PM Mark Carney dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 31 Juli lalu.

Sementara Australia menyatakan posisinya pada 11 Agustus, disusul Portugal akhir pekan lalu.

Israel Bereaksi Keras

Pemerintah Israel merespons dengan marah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuding langkah pengakuan Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme” setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Saya punya pesan jelas: negara Palestina tidak akan berdiri di barat Sungai Yordan,” ujar Netanyahu.

Keluarga para sandera yang masih ditahan di Gaza pun mengecam keputusan Inggris dan negara-negara Barat lain.

Baca juga: Wahyudin Moridu dan Ahmad Sahroni, 2 Sopir Truk Berbeda Nasib di Dunia Politik

Di sisi lain, Palestina menyambut hangat gelombang dukungan ini.

Kepala Misi Palestina di Inggris, Husam Zomlot, menyebut langkah London sebagai “signifikan dan sudah lama ditunggu.”

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai pengakuan tersebut akan membuka jalan bagi Palestina untuk hidup berdampingan dengan Israel dalam keamanan dan perdamaian.

Amerika Serikat Terisolasi

Gelombang pengakuan terbaru ini membuat Amerika Serikat semakin terpojok.

Washington selama ini hanya mengakui Otoritas Palestina yang mengelola sebagian wilayah Tepi Barat, namun menolak memberikan pengakuan penuh sebagai negara.

Baca juga: Detail Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2025, Termasuk Transportasi dan Fasilitas Kerja

Status Palestina di PBB pun masih sebatas pengamat non-anggota, karena setiap upaya keanggotaan penuh selalu terhalang veto AS di Dewan Keamanan.

Dinamika terbaru ini dipastikan menjadi sorotan utama dalam Sidang Umum PBB ke-80 pekan ini.

Para analis menilai dukungan yang kini datang bahkan dari negara-negara Barat akan menambah tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan operasi militer di Gaza dan kembali ke meja perundingan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved