Viral Anggota DPRD Gorontalo
Wahyudin Moridu dan Ahmad Sahroni, 2 Sopir Truk Berbeda Nasib di Dunia Politik
Wahyudin Moridu resmi diberhentikan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Wahyudin-Moridu-dan-Ahmad-Sahroni.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wahyudin Moridu resmi diberhentikan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Badan Kehormatan DPRD tertanggal 22 September 2025.
Wahyudin dinilai terbukti melanggar sumpah janji dan kode etik sebagai wakil rakyat.
Hal ini merupakan dampak dari video kontroversial yang melibatkan Wahyudin Moridu.
Dalam video yang direkam bulan Juli 2025, pria akrab disapa Wahyu itu mengucapkan kalimat yang dianggap menghina rakyat.
“Hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin,” ucap Wahyudin sambil tertawa.
Ia juga menyebut wanita di sampingnya sebagai “hugel” atau kekasih gelap yang dibawa dalam perjalanan dinas.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik dan dinilai mencederai etika pejabat publik.
Akibat videonya viral di media sosial dan ramai diberitakan oleh sejumlah media pers, Wahyudin akhirnya dipecat PDIP.
Karier politik putra dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu, itu akhirnya berakhir.
Ia kini telah menerima takdirnya tersebut dan memilih kembali ke pekerjaan lamanya.
Sebelum terjun ke politik, Wahyudin Moridu sempat bekerja sebagai sopir truk.
Buntut dipecat PDIP dan di-PAW dari DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyu kembali menjadi sopir truk.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wahyu melalui akun TikTok istrinya, Mega Nusi, pada Sabtu (20/9/2025) malam.
Baca juga: Wahyudin Moridu Masuk Sejarah PDIP Gorontalo, Kader Pertama yang Dipecat dan Di-PAW
Di hadapan ribuan penonton, Wahyu mengakui kecerobohannya dan menyatakan menerima semua konsekuensi tanpa pembenaran.