Viral Anggota DPRD Gorontalo
Wahyudin Moridu dan Ahmad Sahroni, 2 Sopir Truk Berbeda Nasib di Dunia Politik
Wahyudin Moridu resmi diberhentikan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Wahyudin-Moridu-dan-Ahmad-Sahroni.jpg)
"Apa yang saya sampaikan saya akui salah, teman-teman. Tidak ada yang membenarkan bahwa saya benar, tidak, tidak," ucap Wahyu yang saat itu didampingi sang istri.
Pria berusia 29 tahun ini mengaku akan kembali menjalani kehidupan awalnya sebagai sopir truk.
"Ya, teman-teman semua, saya mulai dari nol lagi. Jadi supir truk lagi. Dan pergaulan saya akan tetap seperti kemarin," beber Wahyudin Moridu.
Kisah Wahyudin Moridu ini mengingatkan kita pada Ahmad Sahroni.
Bukan seperti Wahyudin Moridu, Ahmad Sahroni justru terlahir dari keluarga sederhana.
Kesamaan Wahyudin Moridu dan Sahroni adalah keduanya pernah menjadi sopir truk.
Setelah lulus SMA, Sahroni bekerja sebagai sopir di PT Niaga Gemilang Samudera dan PT Millenium Inti Samudra.
Tak hanya itu, Sahroni juga pernah bekerja di kapal pesiar di Miami, Florida.
Dari posisinya sebagai sopir, karier Sahroni perlahan tapi pasti merangkak naik.
Di PT Millenium Inti Samudra, ia naik jabatan dari staf operasional hingga menjadi Direktur Operasional hanya dalam beberapa tahun.
Setelah mengumpulkan modal, ia mendirikan beberapa perusahaan di bidang transportasi dan maritim, seperti PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda Satya Abadi.
Ia dikenal sebagai "Crazy Rich Tanjung Priok" karena kesuksesannya di dunia bisnis.
Karier politik Sahroni
Karier politik Ahmad Sahroni dimulai saat ia bergabung dengan Partai NasDem pada tahun 2013.
Sejak saat itu, ia terus dipercaya memegang jabatan penting, termasuk Bendahara Umum DPP Partai NasDem.
Sahroni kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III.