Berita Internasional
Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae Muncul di Beijing: Sinyal Suksesi Dinasti Korea Utara?
Kim Ju Ae, putri remaja Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, untuk pertama kalinya tampil dalam kunjungan luar negeri bersama ayahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IRING-RINGAN-Sebuah-iring-iringan-mobil.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Kim Ju Ae, putri remaja Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, untuk pertama kalinya tampil dalam kunjungan luar negeri bersama ayahnya di Beijing pada Selasa (2/9/2025).
Penampilan perdana itu langsung memicu spekulasi bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai calon penerus kekuasaan dinasti keluarga Kim.
Dalam foto-foto yang dirilis media resmi Korea Utara, Ju Ae terlihat berdiri tepat di belakang ayahnya saat Kim Jong Un menyambut pejabat senior Tiongkok.
Para pengamat menilai penempatan posisi tersebut bukan kebetulan, melainkan bentuk pengakuan dan sinyal kuat bahwa Ju Ae digembleng untuk menjadi penerus generasi keempat, setelah Kim Il-sung mendirikan negara itu pada 1948.
Meski usianya belum pernah dipublikasikan, Ju Ae diyakini masih belasan tahun.
Ia terlihat turun dari kendaraan lapis baja bersama ayahnya di Beijing, lalu berjabat tangan dengan Cai Qi, Kepala Staf Presiden Xi Jinping, serta Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Identitas Ju Ae pertama kali diungkap mantan pebasket Amerika, Dennis Rodman, yang pernah mengunjungi keluarga Kim pada 2013 dan menggendongnya saat masih bayi.
Sejak itu, ia kerap muncul di berbagai acara resmi, termasuk mendampingi sang ayah dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) pada 2022 dan menghadiri pembukaan resor Wonsan Kalma di pesisir timur Korea Utara.
Kunjungan Kim Jong Un ke Tiongkok kali ini juga menjadi penampilan pertamanya dalam forum diplomasi multilateral sejak berkuasa pada 2011.
Ia hadir pada parade militer besar-besaran yang digelar Tiongkok untuk memperingati kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II.
“Untuk saat ini, Ju Ae adalah kandidat terkuat sebagai pemimpin tertinggi berikutnya di Korea Utara. Ia sedang mendapat pengalaman protokol praktis yang akan berguna baik sebagai pemimpin atau bagian inti elite kekuasaan,” ujar Michael Madden, pakar kepemimpinan Korea Utara dari Stimson Centre di AS.
Badan intelijen Korea Selatan pada 2024 juga menyebut bahwa Ju Ae memang sedang dipersiapkan memimpin, meski tidak pernah menyebut kapan dan dengan cara apa proses itu akan berlangsung.
Namun, jalan menuju suksesi tidaklah sederhana. Secara tradisional, calon pemimpin Korea Utara menempati sejumlah jabatan penting dalam partai dan militer untuk mengokohkan posisi.
Belum jelas pula bagaimana para pejabat senior partai dan kalangan militer menyikapi kemungkinan seorang perempuan menduduki jabatan pemimpin tertinggi.
Laporan menyebutkan Kim Jong Un memiliki seorang putra yang lebih tua dan seorang anak lain yang lebih muda, tetapi keduanya nyaris tak pernah tampil di muka publik.