Pemkab Bone Bolango
Banyak Sekolah Tak Layak, Bone Bolango Usulkan 50 Sekolah Direvitalisasi pada 2026
Dorongan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone Bolango tahun 2026 diarahkan kuat pada pembenahan infrastruktur sekolah.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SEKOLAH-RUSAK-Tampak-dari-luar-ruang-kelas-di-SMP-Negeri-1-Tilango.jpg)
Pemerintah daerah menargetkan seluruh layanan pendidikan dasar dapat memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, sejumlah agenda pengembangan siswa juga tengah dipersiapkan, seperti tes kemampuan akademik, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Tak hanya aspek akademik, pelestarian budaya lokal turut menjadi perhatian.
Pemerintah daerah berencana melanjutkan revitalisasi budaya daerah, termasuk setelah bahasa Suwawa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah pusat.
Produk budaya seperti kerajinan Bumalo juga telah mendapatkan pengakuan.
Program penanganan anak tidak sekolah (ATS) juga terus didorong, dengan fokus pada pendataan ulang serta intervensi langsung ke masyarakat guna menekan angka putus sekolah.
Menariknya, tahun ini juga mulai diperkenalkan konsep sekolah ramah lingkungan melalui program Climate Change and Green School.
Program ini mendorong kegiatan berbasis lingkungan, seperti pemanfaatan pekarangan, kebun sekolah, hingga taman edukatif.
“Sekolah tidak hanya jadi tempat belajar di kelas, tapi juga ruang untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” tutup Basir.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Bone Bolango berharap kualitas pendidikan tidak hanya meningkat dari sisi akademik, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai, karakter siswa yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal.
(*)