Selasa, 31 Maret 2026

Pemkab Bone Bolango

Banyak Sekolah Tak Layak, Bone Bolango Usulkan 50 Sekolah Direvitalisasi pada 2026

Dorongan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone Bolango tahun 2026 diarahkan kuat pada pembenahan infrastruktur sekolah.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Banyak Sekolah Tak Layak, Bone Bolango Usulkan 50 Sekolah Direvitalisasi pada 2026
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI SEKOLAH RUSAK -- Tampak dari luar ruang kelas di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, masih tampak rusak meski sudah enam bulan sejak insiden pohon tumbang pada September 2025 lalu, Senin (9/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bone Bolango mengusulkan 50 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun 2026 guna meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. 
  • Namun, realisasi program masih bergantung pada anggaran pusat sehingga diperkirakan hanya sebagian yang dapat terakomodasi. 
  • Selain itu, pemerintah juga menjalankan berbagai program pendidikan lain, termasuk penguatan SPM, pelestarian budaya, hingga sekolah ramah lingkungan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Dorongan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone Bolango tahun 2026 diarahkan kuat pada pembenahan infrastruktur sekolah.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan mengusulkan sedikitnya 50 satuan pendidikan untuk masuk dalam program revitalisasi tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango Basir Noho menyebut angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2025, program revitalisasi hanya mencakup 12 sekolah yang terdiri dari 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP.

“Kalau tahun kemarin kita ada 12 sekolah, terdiri dari 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP yang masuk program revitalisasi. Tahun ini kita ajukan 50 sekolah dan mudah-mudahan bisa terakomodir,” ujar Basir Noho saat diwawancarai, Senin (30/3/2026).

PEMKAB--Wawacara dengan Kadis Pendidikan Kabupaten Bone Bolango
PEMKAB--Wawacara dengan Kadis Pendidikan Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, Senin (30/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.

Menurutnya, tingginya jumlah usulan tidak lepas dari masih banyaknya kondisi bangunan sekolah yang memerlukan perhatian, terutama yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Meski begitu, ia mengakui bahwa realisasi program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat.

Tidak semua usulan dipastikan dapat langsung direalisasikan pada tahun berjalan.

“Paling tidak 50 persen dari jumlah itu bisa teralokasikan. Karena memang ada keterbatasan penganggaran di pusat, sehingga sisanya akan kita siapkan kembali dari sisi data untuk diajukan pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Baca juga: ASN Tak Disiplin, Bupati Bone Bolango Gorontalo Ancam Potong TPP

Ia menambahkan, proses pengajuan revitalisasi tidak hanya sekadar memasukkan daftar sekolah, tetapi juga harus didukung kelengkapan administrasi serta validasi data yang akurat agar prioritas benar-benar tepat sasaran.

Lebih jauh, Basir menekankan bahwa pembenahan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kalau infrastrukturnya baik, tentu proses belajar mengajar juga bisa lebih maksimal. Ini yang terus kita dorong,” katanya.

Selain fokus pada perbaikan fisik sekolah, Dinas Pendidikan Bone Bolango juga menjalankan berbagai program lain sepanjang 2026.

Salah satunya adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan kesetaraan.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh layanan pendidikan dasar dapat memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, sejumlah agenda pengembangan siswa juga tengah dipersiapkan, seperti tes kemampuan akademik, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Tak hanya aspek akademik, pelestarian budaya lokal turut menjadi perhatian.

Pemerintah daerah berencana melanjutkan revitalisasi budaya daerah, termasuk setelah bahasa Suwawa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah pusat. 

Produk budaya seperti kerajinan Bumalo juga telah mendapatkan pengakuan.

Program penanganan anak tidak sekolah (ATS) juga terus didorong, dengan fokus pada pendataan ulang serta intervensi langsung ke masyarakat guna menekan angka putus sekolah.

Menariknya, tahun ini juga mulai diperkenalkan konsep sekolah ramah lingkungan melalui program Climate Change and Green School.

Program ini mendorong kegiatan berbasis lingkungan, seperti pemanfaatan pekarangan, kebun sekolah, hingga taman edukatif.

“Sekolah tidak hanya jadi tempat belajar di kelas, tapi juga ruang untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” tutup Basir.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Bone Bolango berharap kualitas pendidikan tidak hanya meningkat dari sisi akademik, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai, karakter siswa yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved